Home stay ini berlokasi dan sekaligus pionir di Desa Angantaka, Desa Abiansemal, Badung.
Home stay ini berlokasi dan sekaligus pionir di Desa Angantaka, Desa Abiansemal, Badung.
sewa motor matic murah dibali

MANGUPURA, Balipuspanews.com – Sejak beberapa dekade silam, sektor pariwisata menjadi salah satu tumpuan penting bagi perekonomian Bali. Tidak salah kemudian, sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik didunia, Bali selalu dipadati wisatawan. Ini kemudian berimbas pada tumbuhnya banyak ruang ekonomi, seperti penyediaan fasilitas penginapan misalnya.

Sayangnya, dibalik banyaknya kebutuhan fasilitas penginapan tersebut, bisa terbilang masih cukup minim mau direbut oleh pengusaha lokal. Terutama penyediaan fasilitas penginapan yang berlokasi diluar kawasan pariwisata. Meski masih jarang, segelintir semeton Bali yang berani mengambil pilihan membuka usaha jasa penginapan. Seperti halnya home stay Griya Bun Sari (GBS). Home stay ini berlokasi dan sekaligus pionir di Desa Angantaka, Desa Abiansemal, Badung.

Kepada awak media www.balipuspanews.com belum lama ini, pemilik GBS Ida Bagus Suputra warga asli Bebandem, Karangasem menceritakan dibangunnya home stay ini merupakan perwujudan impiannya sejak lama. Terlebih jauh sebelumnya di tanah kelahirannya ia juga sempat mendirikan home stay. Sayangnya, oleh sebuah alasan tertentu home stay itu terpaksa ia tutup.

“Sejak lama saya memang bercita-cita memiliki home stay dan saya pernah coba di Bebandem, Karangasem. Itu terpaksa saya tutup dan akhirnya saya bangun disini,” ungkapnya.

Lahan home stay yang dibangun diatas lahan kurang lebih 300 meter persegi tersebut dibelinya tahun 2010 silam. Enam tahun kemudian pembangunan fisiknya selesai dan langsung ditempatinya serta empat kamar dioperasikan sebagai home stay.

Nama home staynya ini sengaja diberinya nama Griya Bun Sari. Ini dikarenakan lokasi home stay ini berada dikawasan Subak Bun, Desa Angantaka. Pemberian nama tersebut juga sebagai salah satu caranya lebih memperkenalkan nama wilayah setempat.

Kini, home stay GBS ini telah menjadi salah satu model dalam menangkap peluang ekonomi dari sektor pariwisata Bali. Ini tentu sangat layak ditiru ditengah gempuran pembangunan fasilitas pariwisata di Bali, khususnya fasilitas hotel yang rata-rata pemainnya investor asing. Ringkasnya, spirit home stay GBS ini bisa dijadikan sebagai contoh sederhana mempertahankan alih milik lahan dan sekaligus peluang mengais rejeki dari gemerincing dolar wisatawan.

Nyatanya pula seperti penuturan pemilik nama panggilan Gus Tra ini, sejak dioperasikan home stay GBS hampir tidak pernah pengunjung. Puncak ramainya sendiri antara bulan Juni hingga Agustus.

Adapun tamu yang menginap datang dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Seperti Asia, Australia, Eropa dan Amerika. Harga sewa kamar permalamnya pun termasuk cukup murah dan sangat kompetitip.

Sementara untuk fasilitas yang disediakan sangat beragam. Yakni kamar yang bersih, tempat nyaman, sarapan pagi, ac, televisi, wifi gratis dan kamar mandi yang lengkap dengan shower dan air panas serta air dingin.

Suami Ida Ayu Mirah ini menambahkan,, tamu yang menginap di home stay ini juga dimanjakan dengan udara segar pesawahan yang membentang disekitarnya. Dipesawahan tersebut tamu bisa sekedar jalan-jalan sambil mengenal kehidupan masyarakat setempat serta budaya lokal. (rah/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here