Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengGTPP Minta Masyarakat Buleleng Tak Lengah Ditengah Adanya Isu New Normal

GTPP Minta Masyarakat Buleleng Tak Lengah Ditengah Adanya Isu New Normal

BULELENG, balipuspanews.com – Beredarnya isu terkait new normal Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta agar masyarakat tidak lengah bahkan jangan sampai beranggapan bahwa protokol kesehatan bisa diabaikan ditengah beredarnya isu terkait penerapan tersebut.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga selaku Sekda Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd menjelaskan dengan adanya isu tersebut pihaknya justru menegaskan penerapan protokol kesehatan harus lebih diperhatikan sebelum hal tersebut diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Meski begitu sampai saat ini keputusan terkait penerapan new normal di Indonesia belum diputuskan. Namun sebagian masyarakat justru menilai bahwa new normal sudah diberlakukan saat ini.

Sehingga berbagai kegiatan sosial yang dilakukan tanpa memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, sehingga hasil kasus transmisi lokal masih menjadi ancaman di tengah masyarakat

“Isu-isu new normal jangan dianggap sebagai sebuah kebebasan dan mendorong masyarakat untuk melupakan upaya kita bersama untuk melakukan pemutusan mata rantai Covid-19. Padahal seharusnya kita meningkatkan kedisplinan dan ketaatan untuk menjaga kondisi Buleleng yang dilihat secara data penanganan Covid-19 cukup terkendali,” jelasnya Minggu (21/6).

BACA :  PDAM Buleleng Catat Ribuan Pelanggan Masih Menunggak Tagihan Air

Lebih jauh Suyasa mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa penularan Covid-19 di Buleleng masih tetap terjadi kendati beberapa hari terakhir data terkait penanganan Covid-19 mengalami stagnan.

Dengan tidak adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif maupun pasien yang sembuh sehingga hal itu yang sebenarnya harus dijaga dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketika melakukan aktivitas diluar rumah agar kemungkinan penambahan pasien terkonfirmasi tidak terjadi lagi, dan pasien sembuh terus nantinya terus bertambah.

“Walaupun nanti akan ada sebuah era baru sebagai bentuk tatanan baru dalam kehidupan, itu semua berada di dalam batasan-batasan protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu kami berharap agar masyarakat tidak menyiasati seluruh kebijakan pemerintah semata-mata bisa memenuhi hal-hal yang bersifat pribadi,” lanjutnya

Sementara itu, perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng saat ini menunjukkan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Buleleng secara kumulatif berjumlah 89 orang, PDP terkonfirmasi sembuh secara kumulatif 79 orang.

Untuk PDP terkonfirmasi dalam perawatan sebanyak 10 orang (sembilan orang dirawat di Buleleng dan satu orang di rujuk ke Denpasar).

BACA :  Pria Asal Probolinggo Jadi Korban Tabrak Lari di Jalur Singaraja-Gilimanuk

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 121 orang, ODP yang masih dipantau saat ini 2 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.811 orang, serta OTG yang selesai masa pantau sebanyak 1.470, sedangkan OTG yang masih karantina mandiri sebanyak 266 orang dan satu orang masih dirawat di Rumah Sakit Pratama Giri Emas.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 3.805 orang dengan rincian 3.644 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 161 orang.

Terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 132 orang, TKI lainnya terdapat 5 orang, pulang dari luar negeri ada 1 orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 23 orang

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Putu Artayasa

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular