Gubernur Kalimantan Timur Kukuhkan Pangdam VI/Mulawarman Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo usai acara pengukuhan Bapak Asuh dan Bunda Asuh Anak Stunting dalam rangka Bakti Sosial TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 dan HUT ke-77 TNI yang di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo usai acara pengukuhan Bapak Asuh dan Bunda Asuh Anak Stunting dalam rangka Bakti Sosial TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 dan HUT ke-77 TNI yang di Balikpapan, Kalimantan Timur. (dok. Humas BKKBN)

JAKARTA, balipuspanews.com — Upaya percepatan penurunan stunting terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu program percepatan penurunan stunting yang mendapat dukungan itu adalah Bapak Asuh Anak Stunting.

Hal tersebut nampak saat Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dalam kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting dan Pengukuhan Bapak Asuh dan Bunda Asuh Anak Stunting dalam rangka Bakti Sosial TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 dan HUT ke-77 TNI yang diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/9/2022). Dalam kegiatan tersebut, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana daerah VI/Mulawarman Rahma Tri Budi Utomo secara resmi dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur Sunarto.

Baca Juga :  Sistem Pangan Berikan Makanan Bergizi Untuk Semua Orang

Setelah mengukuhkan, Gubernur Isran Noor mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah berkotribusi nyata dan bersinergi dengan pemerintah terutama BKKBN yang berupaya melaksanakan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur.

Isran Noor berharap kegiatan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kalimantan Timur yang sehat, kuat dan sejahtera sekaligus meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat terhadap Program Bangga Kencana yang menjadi bagian dari perjuangan menyelamatkan bangsa dari ancaman stunting.

“Kita bersyukur, Angka Stunting di Kaltim sudah berkurang hingga 6 persen. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kaltim berada di bawah rata-rata Nasional. Target Tim Percepatan Penurunan Stunting  (TPPS) Kaltim saat ini agar mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83% pada tahun 2024 nanti. Ini tentu menjadi perhatian serius dan diperlukan kerja keras secara bersama-sama untuk mencapai target tersebut,” kata Isran Noor, pada rilis Selasa (27/9/2022).

Baca Juga :  Sistem Pangan Berikan Makanan Bergizi Untuk Semua Orang

Oleh karena itu dia mengimbau kepada seluruh pihak baik Pemerintah, TNI/Polri Walikota agar membentuk TPPS di tingkat Kabupaten/Kota, TPPS Kecamatan, TPPS Kelurahan/ TPPS Desa sehingga aksi nyata penurunan stunting dapat berjalan terpadu dengan hasil yang maksimal.

Usai dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting Kalimantan Timur, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan bahwa stunting merupakan masalah bersama yang harus segera diselesaikan. Hal tersebut perlu dilakukan demi terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan sebagai generasi penerus bangsa.

Di sisi lain, Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) memberi apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo. Hasto tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Sistem Pangan Berikan Makanan Bergizi Untuk Semua Orang

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur (Kalimantan Timur) dan Bapak Pangdam (VI Mulawarman) yang telah mengukuhkan dan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting. Kami sangat apresiasi,” kata Hasto.

Menurut Hasto, upaya percepatan penurunan prevalensi stunting harus melibatkan semua pihak. “Kerja bersama secara bergotong-royong untuk percepatan penurunan stunting,” ujar Hasto.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.