Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada beserta rombongan pengurus lainnya di kediaman Jaya Sabha, Denpasar, Senin (17/2) sore
Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada beserta rombongan pengurus lainnya di kediaman Jaya Sabha, Denpasar, Senin (17/2) sore

DENPASAR, balipuspanews.com – Gubernur Wayan Koster mengingatkan kepada tokoh umat ketika dirnya mengabdi kepada umat di kota Metropolitan, Jakarta.

“Dulu saya waktu di Jakarta ngayah di Parisadha Hindu Dharma Indonesia pusat. Aktif di keuamatan sebagai tenaga pembantu. Tugasnya bawa proposal, bawa surat kalau mau membuat acara, naik bus dengan biaya sendiri,” kata Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada beserta rombongan pengurus lainnya di kediaman Jaya Sabha, Denpasar, Senin (17/2) sore.

Menurutnya di dunia keumatan aktivitas memberikan kepuasan terhadap umat dan diri sendiri juga menurutnya itu menjadi bagian dari olah kerohanian, memperkuat jatidiri, membangun kematangan, bias menjadi lebih berkarakter.

“Apa yang saya lakukan adalah ketulusan, tidak pernah memandang apa-apa,” ujarnya.

Kalau bergelut di lembaga keumatan atau kemajelisan yang lebih tinggi lagi, dalam menjalankannya harus dengan cara terhormat dan dengan tulus ikhlas

“Semua yang datang ini adalah tokoh-tokoh umat beragama yang harus kita hormati dan kita muliakan. Saya selalu memberikan tempat khusus bagi tokoh umat, ” katanha.

Ditangan bapak-bapak lembaga atau kemajelisan dari semua umat bisa tetap menjaga agar situasi tetap kondusif

“. Saya baru setahun menjalankan tugas sebagai Gubernur, tekad Saya bekerja fokus, Tulus, Lurus untuk menjalankan tugas melayani masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya saat ini masih bergelut untuk menjalankan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Yang memiliki makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan karma bali yang sejahtera, bahagia sekala-niskala.

Dengan menyelenggarakan pembangunan secara terpola, menyeluruh terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Jadi ini dalam sekali maknanya. Saya menjalankan ini dengan baik. Saya menjalankan ini dengan baik,  fokus kami adalah membangun alam, Manusia dan Kebudayaan Bali. Karena semua sudah berubah karena dimaika pembangunan yang berjalan cukup lama,” ujarnya.

Bali sebagai destinasi wisata dunia harus dijaga dan ditata dengan baik agar pariwisata Bali bias berkelanjutan.

Tanpa adanya persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan pembangunan terlebih di Bali sebagai daerah tujuan wisatawan dunia, kita harus hati-hati dalam membuat kebijakan dan menjalankan pembangunan.

“Saya selalu melibatkan FKUB Provinsi Bali dalam mengambil kebijakan dan menjalankan pemerintahan terlebih untuk membahas yang berkaitan dengan umat,” ujarnya.

Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada menyampaikan Bali ingin melakukan diskusi dengan FKUB Provinsi Bali terutama kok Bali dinilai lebih baik kerukunannya dengan Jakarta. Kami ingin belajar bagaimana Bali bisa terkenal akan kerukan umatnya.

Bagaimana masyarakat kita di Jakarta bisa menerima perbedaan agar kerukunan umat beragama bisa tetap terjaga dengan baik. Hal ini yang kita inginkan di Jakarta dengan kemajemukannya.

” Jakarta ingin mencoba bisa menjadi destinasi wisata, ini yang diharapkan oleh Pak Gubernur DKI Jakarta. Selama ini Jakarta hanya menjadi pusat bisnis dan pemrintahan saja,” ujarnya.

Hadirpula pada kesempatan ini Ketua FKUB Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.(rls/BPN/tim)