Kamis, Oktober 29, 2020
Beranda Bali Denpasar Gubernur Koster Layangkan Surat ke BNPB, Terapkan Protokol Kesehatan Taraf Internasional

Gubernur Koster Layangkan Surat ke BNPB, Terapkan Protokol Kesehatan Taraf Internasional

DENPASAR, balipuspanews.com- Gubernur Bali Wayan Koster melayangkan surat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) guna mencegah COVID-19, dengan berlakunya surat edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang, dengan protokol kesehatan bertaraf Internasional, Jumat (12/6/2020)

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kriteria dan persyaratan yakni pertama setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang.

Kedua, persyaratan perjalanan orang dalam negeri seperti, setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretapian, laut, dan udara harus memenuhi persyaratan:

1.Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal Iainnya yang sah).

2. Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Testdengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

3. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-/ike i//ness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Test PCR dan/atau Rapid-Test.

4. Persyaratan perjalanan orang dalam negeri dikecualikan untuk perjalanan orang komuter dan perjalanan orang di dalam wilayah/kawasan aglomerasi.

5. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler.

Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 10925 Tahun 2020 tentang pengendalian perjalanan orang pada pintu masuk wilayah Bali dan Percepatan Penanganan Covid-19, tanggal 22 Mei 2020, yang menetapkan kriteria dan persyaratan sebagai berikut.

Pertama, pengelola dan pemangku kepentingan Bandara pemberangkatan dan pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat, yakni: hanya memberangkatkan atau menerima pelaku perjalanan dengan hasil negatif dari uji swab berbasis Po/ymerase Chain Reaction (PCR) yang dikeluarkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah, Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah
Daerah, atau Laboratorium lain yang dirujuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Berikutnya, membawa surat keterangan hasil negatif COVID-19 dari uji swab valid atau memiliki masa berlaku, selama-lamanya 7 (tujuh) hari terhitung saat ketibaan pada Pintu masuk wilayah Bali.

Kedua, pengelola dan pemangku kepentingan Pelabuhan Penyeberangan atau angkutan laut pemberangkatan dan pengelola Pintu masuk perairan wilayah Bali agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat, yakni hanya menerima pelaku perjalanan minimal dengan hasil negatif dari uji Rapid test yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dinas Kesehatan, atau pihak lain yang berwenang.

Menunjukkan surat keterangan hasil negatif COVID-19 dari uji Rapid test valid memiliki masa berlaku selama-lamanya 7 (tujuh) hari terhitung saat ketibaan pada Pintu masuk wilayah Bali.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya memohon agar tetap bisa memberlakukan kriteria dan persyaratan tersebut untuk lebih memastikan pelaku perjalanan ke Bali terbebas dari COVID-19.

Hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan laju peningkatan COVID-19 di Bali yang belakangan ini cenderung meningkat. Selain itu, agar Bali menjadi daerah yang sehat dan nyaman bagi masyarakat dan bagi pelaku perjalanan ke Bali baik dari dalam maupun luar negeri.

“Destinasi wisata dunia, Bali perlu dijadikan percontohan menerapkan standar kesehatan yang lebih tinggi untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata yang sehat dan berkualitas, serta berdaya saing internasional,” kata Gubernur Koster.

Penulis/editor: Budiarta/Artayasa.

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of