Gubernur Koster Serahkan Hadiah Lomba Ogoh-Ogoh Rp1,7 Miliar

Gubernur Wayan Koster menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba ogoh-ogoh
Gubernur Wayan Koster menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba ogoh-ogoh

DENPASAR, balipuspanews.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan hadiah uang tunai senilai total Rp1,7 Miliar kepada para pemenang Lomba Ogoh-Ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi 2022, Maret lalu.

Koster mengucapkan selamat kepada seluruh yowana/sekaa teruna teruni (STT) yang berhasil memenangkan lomba sembari mengajak ‘toast’ kopi tanpa gula campur arak Bali pada, Minggu (Redite Pon, Kulantir) 17 April 2022 di Jayasabha, Denpasar.

Gubernur Koster mengatakan, lomba ogoh-ogoh se-Bali tahun 2022 ini diadakan berawal dari adanya audiensi dari Yowana MDA Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Bali dengan mengajak para seniman ogoh-ogoh salah satunya Nyoman Gede Sentana Putra alias Kedux dari Banjar Tainsiat, Denpasar dan Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam atau Gusman dari Tampaksiring, Gianyar ke Jayasabha.

“Saat audiensi, semua yowana menyatakan komitmennya untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan saya tergugah, hingga mengizinkan para yowana melakukan nyomya bhuta kala mapiranti antuk ogoh-ogoh di wewidangan banjar adat setelah berkomunikasi dengan Bendesa Agung MDA Provinsi Bali,” kenang Gubernur Wayan Koster.

Kemudian, guna menghormati dan memotivasi generasi muda Bali dalam menciptakan ogoh-ogoh yang sangat kreatif dan bernilai seni budaya Bali, lahirlah ide untuk melombakan lengkap dengan hadiah dan piagam penghargaan.

Rinciannya; ogoh-ogoh terbaik I untuk masing-masing kabupaten/kota sebesar Rp50 juta, terbaik II Rp35 juta dan terbaik Rp25 juta, serta sebanyak 144 terbaik tingkat kecamatan se-Bali mendapat hadiah sebesar Rp5 juta.

“Secara keseluruhan total hadianya mencapai Rp 1,7 milyar,” jelas Koster.

Menurut dia, kesuksesan lomba ini berkat semangat dan spirit dari anak-anak muda yang begitu antusias membuat ogoh-ogoh dengan berbagai kreasi dan inovasinya di berbagai tempat seperti bale banjar.

Gubernur Koster bahkan sering blusukan langsung ke tempat pembuatan sampai dini hari sambil membawa nasi jinggo lengkap dengan kopi tanpa gula isi arak supaya semangat.

“Astungkara (syukur,red) selama kegiatan ogoh-ogoh berlangsung dan berselang beberapa harinya, tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini kemudian membuat saya ber-eksperimen dan meyakinkan pemerintah pusat untuk tidak perlu lagi ragu-ragu membuka wisatawan mancanegara tanpa karantina,” imbuhnya.

“Apa yang saya perjuangkan ke pemerintah pusat bersyukur terwujud pada 7 Maret 2022, di mana wisman yang datang ke Bali diberlakukan tanpa karantina serta diberikan kebijakan khusus Visa on Arrival (VOA). Sehingga wisman yang datang ke Bali setelah 7 Maret 2022 cukup banyak dan selama 2 Minggu.

Saya amati ternyata juga tidak menimbulkan kasus Covid-19, itu artinya kita berhasil mengelola Covid-19 dengan catatan berkomitmen melakukan vaksin booster mencapai 30 persen sampai 14 Maret 2022,” kata Gubernur Koster.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster yang tercatat telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali ini mengajak para Yowana dan STT di Bali kedepannya untuk terus berkarya dan berinovasi disetiap perayaan Rahina Suci Nyepi dengan menciptakan karya ogoh-ogoh yang merupakan bagian dari upaya memajukan kebudayaan Bali guna memperkuat adat istiadat,

tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali agar Pulau Bali Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Yowana adalah bagian dari lapisan generasi di Bali untuk menjaga kebudayaan kita secara bersama-sama yang merupakan warisan adi luhung para leluhur, pangelingsir, dan tetua kita di Bali, sehingga saya mengajak agar para yowana untuk terus merawat, menjaga, dan menjadi generasi yang bertanggungjawab serta tidak membawa budaya – budaya luar yang bisa merusak tatanan kehidupan Kita di Bali,” pintanya.

“Jagalah Bali, proteksilah Bali sekuat – kuatnya, agar Bali bisa eksis berkelanjutan di dalam memasuki peradaban baru dengan memanfaatkan teknologi digital tanpa meninggalkan budaya Bali itu sendiri,” pungkasnya.

Pemenang Lomba Ogoh-Ogoh se-Bali Tahun 2022 Terbaik I, II, dan III Tingkat Kabupaten/Kota yaitu: 1) ST. Kusuma Eka Lila Sucita, ST. Astiti Dharma, dan ST. Purwa Purbata dari Kabupaten Gianyar; 2) ST. Eka Cita, ST. Wimuda Ped Jaya Sakti, dan ST. Santika Dharma dari Kabupaten Jembrana; 3) ST. Tunas Muda, ST.Marga Utama, dan ST. Eka Murti Yowana dari Kota Denpasar;

4) ST. Dharma Shanti, ST. Semeton Lingkar, dan ST. Yowana Panji Saraswati dari Kabupaten Karangasem; 5) ST. Taruna Patria, ST. Sri Sadhana Yowana Dharma, dan ST. Budhi Sentana dari Kabupaten Tabanan; 6) ST. Eka Bhuana Tunggal Budhi, ST. Dharma Sentana, dan ST. Watugunung dari Kabupaten Badung;

7) ST. Satya Dharma, ST. Tri Budhi Yasa, dan ST. Satya Darma Winangun dari Kabupaten Klungkung; 8) ST. Catur Yoga, ST. Giri Kusuma, dan ST. Tunas Teratai Tunjung Mekar dari Kabupaten Buleleng; 9) ST. Asta Dharma Kerti, ST. Tri Sophana Karya, dan ST. Eka Widya Murti dari Kabupaten Bangli.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali, I Ketut Sumarta, Bendesa Madya MDA Kabupaten/Kota se-Bali, Yowana MDA Bali dan Kabupaten/Kota Se-Bali, dan STT yang tercatat sebagai pemenang lomba ogoh-ogoh 2022.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan