Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Gubernur Bali, I Wayan Koster telah meneribitkan SK Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan shortcut titik 7-8 dan titik 9-10, ruas jalan Denpasar-Singaraja via Bedugul, di wilayah Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sesuai Penlok, kebutuhan lahan dalam pembangunan shortcut titik 7-8 dan titik 9-10, kurang lebih 31,41 hektar, dari jumlah pemilik sebanyak 145 orang.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi dikonfirmasi mengungkapkan Penlok shortcut titik 7-8 dan titik 9-10 berada di tiga desa bertetangga yakni, Desa Wanagiri, Desa Pegayaman dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Izin penetapan lokasi telah terbit pada 14 November lalu. Izin itu diterbitkan melalui SK Gubernur Bali, Nomor; 2227/01-A/HK/2019.

 

“Dalam SK Gubernur, kebutuhan lahan tercatat kurang lebih 31,41 hektar. Penlok sudah diumumkan beberapa hari lalu, sekarang sudah tahap pembebasan lahan,” kata Kadis Riadi, Selasa (19/11).

 

Imbuh Kadis Riadi, penerbitan Penlok setelah ada berita acara kesepakatan dari warga pemilik lahan dan para tokoh masyarakat dari ketiga desa, Wanagiri, Pegayaman dan Gitgit. Dalam kesepakatan itu, warga dan para tokoh sepakat dengan pembangunan shortcut titik 7-8 dan titik 9-10 di wilayahnya. Pemilik lahan pun sepakat tidak memperjualbelikan lahanya kepada pihak lain.

 

Nah, dalam tahap pembebasan tersebut, akan terbentuk dua satuan tugas (Satgas) yakni Satgas A dan Satgas B. Satgas A bertugas mengindentifikasi dan mengukur batas-batas bidang lahan yang terkena jalur. Sedangkan Satgas B, mengindentifikasi alas hak dari kepemilikan lahan, seperti silsilan maupun sertifikat hak milik.

 

Pembebasan lahan sudah harus tuntas akhir Desember 2019. Dimana seluruh pemilik lahan sudah menerima nilai ganti untung. Nilai ganti untung itu ditentukan oleh pihak ketiga yakni tim Appraisal.

 

“Satgas ini kewenangannya ada di Kanwil BPN Bali. Nanti hasil indentifikasi dan pengukuran itu akan diumumkan dalam bentuk peta bidang, dimasing-masing desa,” pungkasnya.