Gubernur Pastika saat menghadiri Upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Putu Mas Sujana Kesarengin Ida Bhawati Istri Tri Rahayu Christiani, di Griya Penataran Renon Denpasar
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan jika seorang sulinggih akan senantiasa menjadi panutan dan penerang bagi umat, dalam melaksanakan upacara maupun dalam menjalin kehidupan sehari-hari.

“Sulinggih ini milik semua umat. Untuk itu, sudah sepatutnya sulinggih menjadi pengayom umat, dan wajib memberikan pencerahan kepada umat, muput yadnya serta nyastra,” kata Gubernur Pastika saat menghadiri Upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Putu Mas Sujana Kesarengin Ida Bhawati Istri Tri Rahayu Christiani, di Griya Penataran Renon Denpasar, Jumat (30/3).

Pada kesempatan dharmawacana, Gubernur Pastika sangat mengapresiasi bertambahnya sulinggih yang akan melayani umat dan sekaligus memberikan pencerahan-pencerahan kepada kita semua dalam menjalankan swadarma masing-masing menuju jalan kebaikan dan kehidupan yang lebih baik.

Lebih Lanjut Pastika mengatakan, mudah-mudahan dengan bertambahnya sulinggih maka akan dapat memberikan vibrasi getaran spiritual kepada umat semua menuju kehidupan yang lebih baik melalui perilaku, cara berpikir dan tutur kata. “Kita semua beragama Hindu, Hindu memberikan jawaban-jawaban, memberikan jalan untuk lebih baik ke cahaya yang terang,” katanya.

Sementara itu Ida Empu Jaya Acarya Nanda mengatakan, menjadi seorang sulinggih atau mediksa dari masyarakat biasa dan menjadi siva tidaklah mudah, menjadi seorang sulinggih ada beberapa tahapan dan proses yang harus dilakukan, tidak langsung menjadi sulinggih. Berproses dari pemangku, lanjut bawati, barulah menjadi sulinggih. Jika berbicara tentang Hindu maka harus memiliki modal budaya adalah cara untuk melangsungkan hidup.

“Dalam upacara Dwijati adalah upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih. Sejak seseorang mendapat diksa dalam upacara penyucian ini, mereka dikenal sebagai Dwijati dan dari padanya diharapkan mulai mematuhi segala peraturan sebagai sulinggih. Seseorang yang sudah mulai proses tata upacara diksa inilah yang mempunyai wewenang luas dalam pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadnya,” katanya.

Upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih ini turut dihadiri para sulinggih, PHDI Kota Denpasar, dan undangan lainnya. (bp)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here