16/08/2020, 1:40 AM
Beranda Bali Buleleng Gudang Kayu di Banyuning Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Gudang Kayu di Banyuning Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Singaraja, balipuspanews.com — Si jago merah kembali mengamuk. Kali ini, sebuah gudang kayu yang terletak di Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ludes terbakar, pada Minggu (25/11) malam.

Akibat musibah tersebut, sang pemilik pun ditafsir mengalami kerugian mencapai Rp 2.5 Miliar.

Gudang milik Gede Merta Widiada (55) ini diduga terbakar akibat korsteling listrik. Dimana, seorang saksi yang diketahui bernama Darmawan alias Kacut sempat melihat adanya percikan api pada salah satu mesin pemotong kayu. Melihat adanya api, Kacut pun bergegas memanggil petugas pemadam kebakaran (damkar).

Nahas, petugas damkar tiba di lokasi kejadian sekitar setengah jam kemudian. Bahkan setibanya di TKP, pemadaman api tidak dapat langsung dilakukan. Sebab pihaknya harus menunggu petugas PLN  tiba untuk memadamkan arus listrik,  selama kurang lebih setengah jam. Alhasil, api pun dengan cepat membesar, hingga menjalar ke bagian atap gudang dan rumah milik korban.

Api baru dapat dijinakkan sekitar empat jam kemudian atau sekitar pukul 22.45 wita, dengan menghabiskan 17 tangki air. Akibat kejadian ini, korban ditafsir mengalami kerugian mencapai Rp 2.5 Miliar. Ada pun barang-barang yang terbakar diantaranya, 12 lembar sertifikat, nota tagihan, Bilyet Girto (BG), cek, perabotan, kayu serkel, serta uang tunai Rp 500 juta.

Seijin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma saat dikonfirmasi pada Senin (26/11) mengatakan, korban mengaku jika gudangnya tidak tercover oleh asuransi, dan telah menganggap kejadian ini sebagai sebuah musibah.

Namun, jika korban meminta agar kejadian ini ditangani oleh polisi, pihaknya pun akan memanggil tim Labfor untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

“Memamg sangat berbahaya kalau listrik masih menyala. Sehingga petugas Damkar harus menunggu PLN untuk mematikan aliran listriknya. Api cepat membesar dan kerugian materil cukup besar. Ada uang tunai yang disimpan di dalam brangkas  yang juga ikut terbakar,” katanya.

Mengingat proses pemadaman api cukup lama dilakukan, Kapolsek Wiranata pun mengimbau agar masing-masing stakeholder baik pihak Damkar dan petugas PLN agar saling berkoordinasi.

 

“Kalau sudah damkar di telepon, minimal PLN juga sudah tahu, sehingga ridak saling tunggu. Mungkin tadinya kerugian tidam banyak, sekarang jadi melebar karena harus saling menunggu,” tandasnya.

Diseruduk Truck, Komang Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 7 Meter

SEMARAPURA, balipuspanews.com - Kecelakaan laka lantas terjadi antara sepeda motor scopy DK 7521 LM yang dikendarai Komang SD (19) dengan kendaraan Truck Isuzu DK...

Terkait Kasus JRX, GPS Ikut Bersuara

BULELENG, balipuspanews.com - Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reskrimsus Polda Bali, I Gede Ari Sutisna alias Jerinx yang merupakan Drummer dari Superman Is...