26.8 C
Denpasar
29/05/2022, 4:35 AM
advertisementspot_img
BulelengGugat Pemkab Buleleng, Warga Minta HPL Nomor 1 Desa Pejarakan Dicabut

Gugat Pemkab Buleleng, Warga Minta HPL Nomor 1 Desa Pejarakan Dicabut

balipuspanews google news
- Advertisement -

Singaraja, balipuspanews.com – Belasan warga di Desa Pejarakan, menggugat Pemerintah Kabupaten Buleleng dan PT. Prapat Agung, yang kini menguasai lahan di wilayah Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Selain itu mereka juga turut menggugat Kantor Pertanahan Buleleng.

Gugatan itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri Singaraja oleh Kantor Advokat H. Usman, SH. pada 30 Januari 2017 lalu. Gugatan perdata tersebut kemudian dicatat oleh Pengadilan Negeri Singaraja dengan register nomor 54/Pdt.G/2017/PN Sgr. Kini gugatan itu sudah masuk dalam tahap persidangan. Kamis (4/5) kemarin, sidang perdata masuk dalam proses mediasi yang dipimpin Hakim Mediasi A.A.A. Merta Dewi, SH., MH. Proses mediasi dihadiri langsung oleh para penggugat beserta kuasa hukumnya, kuasa hukum Pemkab Buleleng, serta Kantor Pertanahan Buleleng. Sementara PT. Prapat Agung tak hadir dalam proses persidangan itu.

Dalam gugatan itu, tercatat ada 16 orang warga yang melayangkan gugatan melalui prinsipal mereka, yakni H. Usman, SH. dan I Nyoman Nika, SH. Belasan warga itu adalah Komang Karya, 73; Nyoman Putra, 56; Nengah Kerti, 63; I Wayan Bakti, 44; I Made Tianis, 86; Sunarmi, 56; Sugiarto, 54; dan Mades Lastiya, 58.

Baca :  Di Forum GPDRR, Puan: Pandemi Covid-19 Jadi Alarm Pentingnya Kerjasama Hadapi Masalah Global

Selain itu ada pula Made Darma, 55; Gede Kariyasa, 46; Wayan Tiarsa, 55; I Wayan Pula, 56; Abdul Qadir, 50; Nyoman Suwitra, 50; Nengah Sri, 82; serta Pan Dana Roja, 75. Belasan warga ini juga dikenal dengan sebutan Kelompok 16.

Belasan warga ini mengklaim menguasa dan menggarap lahan tanah negara seluas 16 hektare untuk lahan pertanian. Lahan itu terdapat di wilayah Banjar Dinas Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, dan konon telah mereka kelola sejak sebelum tahun 1960.

Belakangan warga-warga ini pun mengajukan permohonan hak atas tanah itu kepada Kantor Pertanahan Buleleng. Namun permohonan itu tak diproses karena Kantor Pertanahan Buleleng menilai lahan itu telah diklaim oleh Pemkab Buleleng melalui Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 1 Desa Pejarakan di atas lahan seluas 45 hektare.

Di atas lahan HPL Nomor 1 Desa Pejarakan itu, Pemkab Buleleng kemudian mengeluarkan Hak Guna Bangunan (HGB) kepada tiga perusahaan. Yakni PT. Bali Coral Park seluas 20 hektare, PT. Prapat Agung, dan PT. Tekad Adnika Darma seluas 30 hektare. Warga sendiri mengklaim telah mengelola lahan yang kini dikuasai oleh PT. Prapat Agung atas dasar HGB Nomor 2 yang kemudian diperbaharui dengan HGB Nomor 10.

Baca :  Tanpa Identitas, Lima Orang Slankers Dipulangkan

“Ini tanah negara yang dikuasai petani sejak sebelum tahun 1960. Kemudian tanah itu, pada saat kita ajukan permohonan pada BPN (Badan Pertanahan Negara, Red), lahan itu diklaim oleh pemda bahwa tanah itu lahan HPL Nomor 1 di atas lahan seluas 45 hektare. Di atas lahan itu, pemda memberikan perjanjian dengan PT. Prapat Agung untuk mendirikan bangunan sehingga terbit HGB seluas 16 hektare,” jelas kuasa hukum para penggugat, H. Usman.

Usman menilai penerbitan HPL itu tidak sesuai aturan. Lantaran sesuai undang-undang, yang berhak atas lahan itu adalah petani yang sejak lama mengelola lahan tersebut.

Selain itu Usman juga menilai ada beberapa hal yang janggal dalam penerbitan HPL itu. Salah satunya Surat Sekkab Buleleng tanggal 21 Januari 2015 yang mencatat HPL Nomor 1 diperoleh berdasarkan membeli dengan harga nol rupiah. Surat itu bertentangan dengan surat Sekprov Bali tanggal 30 Maret 2015 yang mencatat HPL Nomor 1 diperoleh berdasarkan hibah.

“Karena fakta-fakta itu, petani menuntut agar HPL dan HGB itu dibatalkan. Selanjutnya agar hak atas tanah itu kembali kepada petani,” kata Usman.

Baca :  Pondasi Pagar Kantor Desa Bengkala Roboh Akibat Hujan Deras

Sementara itu Kuasa Hukum Pemkab Buleleng, Ni Made Sumiati menyatakan, pihaknya masih mendengar dan mengakji lagi permintaan para penggugat. Sumiati menyatakan para penggugat sebenarnya mengakui bahwa objek yang masuk sengketa saat ini adalah tanah negara.

“Jadi mereka ingin menguasai dan memiliki tanah yang diakui bahwa itu tanah negara. Tanah sengketa itu diakui oleh para penggugat bahwa itu tanah negara. Tapi karena secara turun temurun, sejak tahun 1960-an dikuasai, maka sebagai warga negara mereka ingin menyampaikan agar tanah negara itu jadi hak milik. Mereka keberatan di atas tanah itu ternyata ada HPL dan HGB,” kata Sumiati.

Lebih lanjut Sumiati mengatakan, pihaknya akan melihat lebih jauh proses mediasi yang berlangsung, karena selama mediasi yang terlibat adalah prinsipal langsung.

“Permintaan para penggugat sudah kami catat, rekam, dan kami akan diskusi dengan prinsipal,” demikian Sumiati.

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Video thumbnail
Genjot Vaksinasi Booster, Pemkab Jembrana Juga Sediakan Hadiah Menarik
02:26
Video thumbnail
Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Pasca Nyepi
02:32
Video thumbnail
PPKM Luar Jawa Bali Diperpanjang 1 14 Maret 2022 di 320 Daerah Level 3
01:57
Video thumbnail
Ratusan Personil Kebersihan Disiagakan Saat Malam Pengerupukan
01:33
Member of