Pemalsu blue bird disidangkan di pengadilan
Pemalsu blue bird disidangkan di pengadilan
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com – I Nyoman Nadi Cahyadi (42) dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar langsung mengucapkan kata maaf atas perbuatannya menggunakan ID yang identik dengan milik PT Blue Bird Grup.

Itu disampaikannya usai mendengar pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (8/7) di ruang sidang Candra yang mengajukan hukuman pidana penjara selama 6 bulan.

“Saya benar-benar ilaf yang mulia, saya mita maaf atas perbuatan saya. Saya juga mita maaf kepada pihak Blue Bird yang sebesar-besarnya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” ucap terdakwa serambi memohon keringanan hukuman pada putusan lanjutan pekan depan.

Pria yang tinggal di Perum Jimbaran Asri Blok F Kuta Selatan, ini oleh Jaksa Bunga R.Farihah, S.H., dinilai bersalah melakukan tindak pidana penipuan dengan memalsukan identitas diri yang bukan haknya sebagaimana tertuang dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP.

“Memohon kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama enam bulan penjara,” tuntut Jaksa Bunga dihadapan ketua majelis hakim I Gede Ginarsa, S.H., M.H.

Untuk diketahui terdakwa diamankan pada 26 Maret 2019 di Terminal Kedatangan Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 15.00 Wita. Berawal dari adanya laporan yang mencemarkan dan melakukan tindak penipuan identitas driver dengan mengatasnamakan driver dari PT Blue Bird Grup.

“Terdakwa dengan sengaja menggunakan ID identik dengan ID yang dikeluarkan pihak PT Blue Bird Grup. Bahwa akibat perbuatan terdakwa, pihak PT Blue Bird Grup merasa dirugikan,” sebut JPU dalam dakwaannya.

Terdakwa mengakui bahwa ID tersebut dibuat dan ditawarkan oleh sesorang yang dikenal bernama Desak (DPO). Itu terjadi saat terdakwa yang menjadi driver Free line (mandiri) mangkal nunggu tamu di Terminal Kedatangan Internasional.

Dirinya tidak ingat kapan Desak menawarkan ID Blue Bird tersebut. Pastinya setelah dirinya mengiyakan dan membayar biaya Pembuatan ID seharga Rp20 ribu, seminggu kemudian sudah diberikan ID palsu identik milik PT Blue Bird Grup.

Belakangan pihak PT Blue Bird Grup sering menerima laporan masyarakat atas pengaduan kurang nyamannya pelayanan dari oknum driver PT Blue Bird Grup di bandara Ngurah Rai.

Beranjak dari situ dilakukan penyelusuran dan ditemukan adanya ID yang di bawa terdakwa identik dengan ID yang dikeluarkan pihak PT Blue Bird.

Bahwa terdakwa mengakui menggunakan ID tersebut untuk mencari tamu di Bandara. “Saat menawarkan jasa transport, terdakwa selalu menunjukkan kepada tamu ID identik milik PT Blue Bird yang disimpan di saku baju,” sebut Jaksa. (jr/bpn/tim).