Kapolres Jembrana AKBP ketut Gede Adi Wibawa tunjukan tersangka dan barang bukti sabu

NEGARA, balipuspanews.com- Setelah beberapa lama diselidiki, akhirnya anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jembrana, berhasil menangkap I Putu Hery Suriawan,38, alias Erik.

Warga desa Dagin Tukadaya, Jembrana itu ditangkap karena terbukti memiliki dan memakai narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Adi Gede Adi Wibawa, didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Komang Muliyadi Kamis (16/1) mengatakan, setelah mendapat informasi dari masyarakat kalau Erik sering menyalah gunakan Narkoba jeris sabu, anggota Satres Narkoba kemudian melakukan penyelidikan.

Dari penyelidikan yang dipimpin Kasatres Narkoba AKP Komang Muliyadi, Erik yang bekerja sebagai Satpam disalah satu perusahaan itu kemudian dilihat melintas di jalan Jalan Merak, Lingkungan Penden, Kecamatan Jembrana.

melihat buruanya melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 Dk 4214 WR, kemudian dilakukan pengejaran. Setelah berhasil mengcegat Erikm kemudian dilakukan penggeladahan badan.

Hasilnya di saki jekt sebelah kiri yang dikenakan ditemukan plastik klip berisikan serbuk kristal bening atau sabu-sabu yang dibungkus menggunakan tisu, Hand Phone merk Samsung, berwarna putih, disaku celana sebelah kiri dan di dalam jok sepeda motor ditemukan pipa kaca, korek api gas.

“Tersangka berama barang buktinya kemudian diamankan. Lalu dibawa kerumahnya untuk dilakukan pengeladahan,” ujarnya.

Dari penggeladahan di rumah Erik, ditamukan barang bukti bong atau alat hisap sabu terbukungkus plastik didalam kamar mandi.

Setelah itu, Erik beserta barang bukti narkoba yang ditemukan diamankan ke Polres Jembrana untuk dilakukan penyidikan. Setelah ditimbang, Narkoba milik Erik yang diamankan beratnya 0,60 gram bruto atau Netto 0,34 Gram.

Atas perbuatanya mnyalahgunakan dan menguasai Narkoba, Erik dijerat Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, serta pembunuhan denda  paling sedik Rp. 800 juta.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan kasus narkoba ini apakah tersangka selain sebagai penguna atau pengedar,” pungkasnya.(nm/bpn/tim)