Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

DENPASAR, balipuspanews.com – Stok masker dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali masih mencukupi, dihimbau masyarakat tetap tenang pasca Gunung Agung Erupsi.

“Stock masker masih mencukupi,”kata
Plt Sekretaris BPBD Prov Bali Made Rentin, saat dikonfirmasi Kamis (10/1) malam.

Kendatidemkian, pihaknya tetap menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi lewat berbagai media online, dan yang terpenting selalu patuhi & taati arahan dari pemerintah.

“Kan sudah banyak aplikasi dan medsos yang selalu update, masyarakat dengan mudah dapat mengakses informasi tersebut, selalu hanya percaya informasi dari lembaga resmi lewat website dan medsos yang disediakan, “tegas Rentin yang secara dedinitif sebagai Kabid Rehabilitasi dan rekonstruksi, sejak januari dapat tugas tambahan sebagai Plt Sekretaris karena pejabat lama (Gusti Nyoman Semawa) memasuki masa pensiun (purna tugas).

Lebih jauh,  Rentin menekankan antisipasi jika ada hujan abu turun disekitar.

“Agar masing – masing orang menyiapkan masker dan memakai masker saat keluar gedung atau rumah, lalu mohon dibantu infokan ke peternak agar pakan atau rumput yang kena abu dicuci terlebih dulu sebelum diberikan ke ternak, terutama yang menyimpan pakan atau rumput diluar kandang dan tidak ditutup,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini G. Agung berada pada Status level III (Siaga).

Rekomendasi masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (art/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...