Erupsi gunung Tangkuban Perahu
Erupsi gunung Tangkuban Perahu
sewa motor matic murah dibali

JAKARTA, balipuspanews. com- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat sudah normal dan tidak lagi mengalami erupsi hingga Sabtu (27/7) pagi, pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi pada Jumat pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 m di atas permukaan laut.

Menurut hasil pengamatan PVMBG dari Pos Pantau di Gunung Tangkuban Parahu, hanya hembusan gas dan air yang kini keluar dari Kawah Ratu.

“Walaupun masih terjadi gempa tremor, skalanya sudah terus mengecil. Pada Sabtu pagi ini pun sudah tidak ada erupsi, melainkan hanya hembusan gas dan air yang menghasilkan asap putih dari Kawah Ratu. Kami berharap kondisinya bisa seperti ini,” kata Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani di Bandung, mengutip Antara, Sabtu (27/7).

[Gambas:Video CNN]

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat sore bersifat freatik atau semburan lahar dingin yang disebabkan oleh aktivitas geothermal. Abu berwarna kelabu yang meluncur keluar saat erupsi ialah dinding kawah yang tergerus dan ikut meluncur ke udara bersama gas dan air.

Erupsi yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu kemarin sore, ia melanjutkan, juga tidak didahului oleh peningkatan kegempaan vulkanik.

“Seperti saat ini, erupsi sebetulnya tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik, hanya gempa-gempa hembusan,” ucap Nia meyakini.

Berdasarkan fakta itu, Nia menafsirkan bahwa letusan Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat sore merupakan freatik.

“Jadi, kalau erupsi freatik itu dari segi intensitas dia tidak akan membesar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Gunung Tangkuban Parahu terakhir kali mengalami erupsi pada Februari dan Oktober 2013 dan saat ini gunung berapi itu statusnya normal. (cnnindonesia/bpn/tim)