Selasa, Juni 2, 2020
Beranda Bali Badung Guru Diminta Aktif Awasi Pembelajaran Daring agar Siswa Tetap Fokus

Guru Diminta Aktif Awasi Pembelajaran Daring agar Siswa Tetap Fokus

BADUNG, balipuspanews.com- Pembelajaran daring yang diterapkan dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga (Disdikpora) di Bali untuk menghindari penyebaran wabah corona mendapat perhatian dari pengamat pendidikan Badung Dr. Gede Made Putra Wijaya.

Kepada balipuspanews.com, Kamis (19/3/2020) Putra Wijaya menyebutkan, belajar daring jangan diartikan sebagai hari libur. Melainkan proses pembelajaran yang tetap berjalan atau dilaksanakan.

“ Kalau ini dijadikan sebagai sebuah liburan, tentu kegiatan ini tidak bermakna,” kata Putra Wijaya.

Masalah pembelajaran, kata Putra Wijaya, bisa dilakukan kapan dan dimana saja, apalagi sudah ada didukung dengan fasilitas bersifat online.

“ Jadi proses pembelajaran saat ini tidak terhenti, pembelajaran bisa terjadi di rumah, di sekolah maupun di masyarakat. Oleh karenanya, semua bisa berjalan dengan baik, dengan dukungan fasilitas seperti internet,” sebutnya.

Baginya, proses pembelajaran daring seperti situasi saat ini, dirasakan dapat berjalan tanpa mengurangi dari esensi manfaat dan makna.

Disamping itu, momen ini juga bisa dijadikan sebagai momentum introspeksi diri. Persoalaan seperti sekarang ini adalah bagaimana Tri Pusat Pendidikan ini berperan.

“ Satu seorang guru, orang tua, dan pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan dalam memonitor siswa dalam belajar. Kalau kontrol, koordinasi dan komunikasi berjalan saya kira tidak ada masalah,” imbuhnya.

Sama halnya di negara maju, sistem pembelajarannya sudah menggunakan sistem online atau daring, tentu hal ini sudah biasa, bukan hal yang baru lagi.

“ Himbauan kami agar guru terus melakukan komunikasi dengan siswa, misalnya melalui WA grup, dan memberikan tugas-tugas, serta memonitor apakah tugas yang diberikan sudah dikerjakan atau belum, agar proses pembelajaran daring ini berjalan sebagaimana dengan proses belajar tatap muka di kelas,” bebernya.

Ketika ditanya bagaiman kalau orang tua mengeluhkan soal akses internet atau kuota? Dirinya menampik hal tersebut. Pasalnya kalau mau berusaha, cukup banyak akses dan ruang terbuka yang bisa menikmati internet atau wifi gratis apalagi di kota Besar.

“ Kalau di Badung di balai Banjar atau wantilan desa, Circle K, dan toko modern juga banyak yang menyediakan fasilitas wifi gratis,” tutupnya.(bud/bas)

Most Popular

Motif Tewasnya Seorang Janda Akhirnya Terkuak, Diduga Terlibat Kejahatan Lalu Nekat Gantung Diri

DENPASAR, balipuspanews.com - Teka-teki kematian ibu rumah tangga Ni Luh Sustra Dewi (35), pada Minggu (32/5/2020) sore, dengan cara tidak wajar yakni gantung diri,...

Tiga Pekan Bakumham Golkar Dibuka, Mayoritas Warga Keluhkan Soal BLT

DENPASAR, balipuspanews.com - Tiga pekan Batuan Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) Partai dibuka dimanfaatkan sejumlah warga untuk menyampaikan keluhan. Mayoritas laporan warga...

Sempat Beberapa Hari Nihil Corona, Enam PMI Asal Bangli Kembali Positif Covid -19

BANGLI, balipuspanews.com – Kabupaten Bangli sempat beberapa hari nihil pasien corona. Trend positif itu tidak bisa dipertahankan setelah ada enam warga kabupaten berhawa sejuk...

Hujan Deras Selama 5 Jam, Sejumlah Titik di Kawasan Kuta Terendam Banjir

KUTA, balipuspanews.com - Hujan deras disertai petir yang mengguyur sejak 5 jam lamanya, pada Minggu (32/5/2020) sekitar pukul 22.00 Wita, merendam sejumlah titik di...

Recent Comments