Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengGuru PNS di Buleleng Masih Kurang, PPPK Tahap 3 Diharapkan Bisa Maksimal

Guru PNS di Buleleng Masih Kurang, PPPK Tahap 3 Diharapkan Bisa Maksimal

BULELENG, balipuspanews.com – Sebagai Kabupaten yang memiliki kota berjuluk kota pendidikan. Ternyata Kabupaten Buleleng hingga sekarang justru masih kekurangan tenaga pendidik atau guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dari catatan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) jumlah guru berstatus PNS per Desember 2021 hanya ada 3.757 orang.

Kadisdikpora Kabupaten Buleleng, Made Astika menjelaskan bahwa sebelumnya Pemerintah kabupaten Buleleng telah membuka formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus untuk guru. Akan tetapi diakuinya jumlah peserta yang lolos hanya sedikit.

Padahal untuk rekrutmen PPPK Guru Tahap 1 dan 2, pemerintah mengusulkan 2.551 formasi guru.

Jumlah formasi yang diusulkan itu dinilai sudah cukup banyak. Yakni mencapai 75 persen dari jumlah guru honorer atau guru kontrak yang ada di Buleleng. Hal ini dilakukan dengan harapan banyak guru honor atau kontrak yang lolos.

Namun demikian dari rekruitmen tahap 1 hanya ada 945 orang yang berhasil lolos, sedangkan untuk rekruitmen tahap dua hanya 544 orang.

“Memang guru berstatus PNS di Buleleng masih kurang. Jumlahnya per Desember 2021 hanya ada 3.757 orang,” ujarnya saat dikonfirmasi beberapa hari sebelumnya.

BACA :  Pemekaran Desa Dinas, Sedana Artha Sebut untuk Percepatan Pembangunan

Melihat jumlah itu kata Astika kedepan, Pemerintah berupaya agar para guru honor dan kontrak ini dapat mengikuti rekruitmen dan lolos dalam PPPK Guru tahap 3.

Apalagi mengingat saat ini khusus untuk guru kontrak, upah yang diberikan oleh Pemkab sangat minim. Disamping itu, rata-rata ada seratusan guru PNS yang pensiun setiap tahunnya.

Untuk rekruitmen PPPK tahap 3, pihaknya belum memastikan kapan akan dibuka. Pihaknya berharap untuk para guru ini menyiapkan sejak dini.

“Harapan kami tahap 3 ini bisa dimanfaatkan oleh guru-guru honor atau kontrak untuk meningkatkan kesejahteraan dan karirnya. Mengingat guru honor ini terancam tersisih apabila di sekolah itu sudah ada guru PNS atau PPPK,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular