H-1 Jelang Natal Persiapan Prokes di Gereja Diperketat, Misa Natal Dilakukan 3 kali

Persiapan menjelang perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Buleleng
Persiapan menjelang perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Meski perayaan Natal kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semangat para jemaat di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus yang merupakan satu satunya Gereja Katolik di Kabupaten Buleleng ini menyiapkan perayaan ibadah jelang Natal 2020 tidak menurun karena pandemi covid-19.

Jelang H-1 menyambut Natal pihak Gereja tetap melaksanakan akan menggelar persembahyangan dengan sederhana serta membatasi jemaat yang melakukan ibadah langsung di Gereja. Bahkan tidak lupa penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang paling wajib diterapkan sebelum jemaat memasuki Gereja.

Ketua tiga DPP Paroki, Adrianus Agung Baliyono menyampaikan hal itu dilakukan agar nantinya perayaan Natal di Gereja itu tidak menimbulkan penyebaran Covid-19 terhadap para jemaat yang datang merayakan Natal ke Gereja. Bahkan pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bertugas menjaga proses peribadahan agar tetap berdasarkan petunjuk pemerintah.

Baca Juga :  Kadisdikpora Buleleng Mengucapkan Selamat HUT ke-51 KORPRI

“Nanti misa Natal dibagi menjadi 3, dari mulai jam 4 sore, kemudian jam 7 malam, dan terakhir jam 10 malam. Yang biasanya dihadiri 500 lebih sekarang hanya dihadiri sekitar 300 orang,” jelasnya.

Bahkan saat ini menjelang perayaan Natal tahun 2020 di gereja yang beralamat di jalan kartini, Singaraja tersebut memiliki kesan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana nantinya Jemaat yang hadir mengikuti perayaan sebelum masuk gereja harus melalui aturan yang sudah di tentukan oleh panitia. Selain itu, jemaat juga harus dipastikan dalam keadaan sehat dan sudah di cek suhu tubuh, cuci tangan, dan memakai masker.

“Dalam kondisi saat ini bagaimana perayaan hari raya tetap jalan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah dan tidak menyalahi aturan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komjen Golose Tugaskan Brigjen Raden Nurhadi jadi Kepala BNNP Bali

Ia pun menyampaikan harapan meski merayakan dengan sederhana. Nantinya setelah perayaan ini agar pandemi covid-19 ini bisa segera berlalu. Agar peribadahan bisa kembali normal seperti biasanya dan ekonomi di Bali kembali pulih.

“Ya momen hari Natal ini mudah-mudahan bisa menjadikan kita lebih tekun beribadah, kita berdoa agar covid-19 ini bisa segera hilang,” imbuhnya.

Disisi lain, Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika menyatakan akan memastikan protokol kesehatan dilaksanakan ketat dengan membangun posko penjagaan di dekat Gereja Katolik Paroki Santo Paulus. Posko ini nantinya bertujuan mengawasi agar tidak terjadi-hal-hal yang diinginkan.

“Sudah, Kita sudah bangun posko dekat gereja, nanti juga pas jemaat berdatangan kita atur agar menerapkan protokol kesehatan. Kita juga ada petugas di turunkan di sana untuk mengawasi,” sebutnya.

Baca Juga :  Lebihi Target, Gianyar Raih 4 Emas di Cabor Muaythai

Bahkan senada dengan Adrianus dirinya telah berkoordinasi dengan pihak gereja bahwa ibadah akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, ini dilakukan agar masyarakat atau jemaat yang hadir bisa diatur jumlahnya dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Nah kemarin dari sudah koordinasi pihak gereja itu juga menyampaikan akan ada ibadah sebanyak 3 kali.Sehingga tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan