Antrean kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk meluber hingga melewati pertigaan menuju Terminal Manuver Gilimanuk
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Memasuki H-4 Lebaran, mulai terjadi lonjakan penumpang yang didominasi dengan kendaraan roda empat di Pelabuhan Gilimanuk.

Kondisi ini terjadi sejak pagi hari berjubel di antrean lokaet masuk hingga petang antrean khususnya mobil semakin mengular hingga dipertigaan menuju Terminal Parkir Manuver Gilimanuk.

Kendati kendaraan yang sudah berada diparkiran areal dalam pelabuan sudah langsung diarahkan menuju kapal yang bersandar didermaga namun antrean kendaraan yang semula didepan pintu loket tiket pelabuhan pun semakin malam semakim mengekor.

Salah seorang pemudik Masari (59) asal Banyuwangi merasa nyaman dengan perjalanan mudik tahun ini.

“Ya bagus lancar begini. Kalau tahun-tahun sebelumnya, selalu lama ngantre. Termasuk yang tahun 2017 kemarin, antre sampai 5 jam. Tumben tahun ini padat tapi tidak lama ngantre,” ujar buruh proyek, dan tinggal di Kerobokan, Badung ini.

Antrean panjang kendaraan yang terjadi dari loket tiket dipintu masuk pelabuhan selain disebabkan banyaknya kendaraan yang masuk pelabuhan secara bersamaan juga karena disebabkan karena pelayanan di loket tiket yang sering lambat karena harus menunggu uang kembalian.

Terlebih harga tiket penyeberangan memang rata-rata membutuhkan uang kecil untuk kembalian seperti tiket penumpang dewasa Rp.6500, sepeda motor Rp.37 ribu, mobil kecil Rp.159 ribu.

Petugas loket tiket akan kesulitan apabila uang receh yang disiapkan dalam jumlah besar habis sehingga petugas harus mengambil kembali uang receh dikantor pelabuhan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Elvi Yoza dikonfirmasi Senin (11/6) tidak menampik adanya kendala uang receh untuk kembalian tersebut.

“Uang kecil untuk kembalian memang sangat penting. Apalagi saat arus mudik ini,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terganggunya pelayanan di loket tiket akibat kendala uang kembalian tersebut, pihaknya telah menyediakan uang pecahan kecil.

Untuk arus mudik tahun ini telah disiapkan uang recehan total mencapai Rp.200 juta.

“Kita bekerjasama dengan bank untuk menyupali uang kecil sebagai kembalian untuk pembelian tiket. Ini salah satu upaya kita untuk mempercepat pelayanan, ungkapnya.

Namun untuk mempercepat waktu pelayanan menghindari terjadinya antrean panjang di loket tiket pihaknya tetap meminta penguna jasa untuk menbawa uang kecil dan membayar tiket dengan uang pas.

“Dengan membayar uang pas maka petugas loket tidak perlu menghitung kembalian dan langsung menyerahkan tiket. Sehingga waktu pelayanan lebih cepat. Kalau cepat maka pengunan jasa juga akan lebih cepat menyebrang,” tandasnyanya.

Keterangan gambar:
Antrean kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk meluber hingga melewati pertigaan menuju Terminal Manuver Gilimanuk.

Tinggalkan Komentar...