Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Jembrana H Nasrun Nilai Instruksi DPP Tak Diikuti

H Nasrun Nilai Instruksi DPP Tak Diikuti

NEGARA, balipuspanews.com – Keikutsertaan H Nasrun mengantar paket Kembang Hartawan – I Ketut Sugiasa (Bangsa) mendaftar ke KPU beberapa waktu lalu, bukan tanpa alasan. Kader partai Golkar yang duduk sebagai Wakil Sekretaris Bidang Lembaga Partai Politik DPD Golkar Jembrana itu menilai bukan dirinya membelot tetapi justru instruksi DPP tidak diikuti H Nasrun kepada wartawan mengatakan dirinya bersama pendukungnya memilih keluar dan mendukung paket Bangsa sejak partai menetapkan paslon yang bukan dari kader partai Golkar.

Menurutnya ada beberapa hal yang mendasari kenapa harus mendukung Paket Bangsa diantaranya karena hati nurani, menindaklanjuti instruksi Ketua Umum Partai Golkar Pusat bahwa dalam setiap pemilihan, baik pemilihan gubernur maupun bupati, kader Partai Golkar harus menjadi pemain, bukan penonton.

“Sekarang siapa calon dari Golkar, kan semuanya (calon bupati dan wakil bupati) bukan kader Golkar. Ini aneh, sebagai partai terbesar nomor dua di Jembrana malah tidak punya calon,” tandasnya.

Selain alasan tersebut karena Paket Bangsa sudah berpengalaman dan berkeringat dalam membangun Jembrana sehingga sangat pantas untuk didukung dan dipilih.

“Paket Bangsa, Pak Kembang dan Pak Sugiasa itu sudah membumi di Jembrana. Keduanya sangat pantas menjadi pemimpin Jembrana,” tegasnya.

Politisi asal Kelurahan Loloan Barat ini membantah dirinya disebut badut dan sebagai pembelot yang menurutnya disampaikan oleh Made Suardana, Ketua DPD II Golkar Jembrana disalah satu media.

“Apanya membelot. Kalau calonnya dari kader Golkar sendiri baru saya membelot. Ini kan tidak, padahal partai (Golkar) banyak punya calon kalau Pak Suardana dan Pak Widastra jadi calon, baru saya membelot,” jelasnya.

Dikatakan badut menurutnya, yang badut itu justru yang mengatakan itu. Karena Partai Golkar yang memiiki suara terbesar kedua di Jembrana setelah PDI-Perjuangan justru tidak punya calon.

“Ini aneh. Saya tidak menuduh, kenapa partai besar (Golkar) tidak mendapat rekomendasi, yang dapat malah yang lain. Ada apa dengan rekomendasi,” ungkapnya.

Terkait dukungannya ke Paket Bangsa (Kembang-Sugiasa), H Nasrun mengaku belum dipanggil secara resmi oleh induk partai. Kalau pun nanti akan mendapatkan sanksi, dirinya tidak akan diam dan akan menjelaskan semuanya termasuk akan berkirim surat kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Pusat.

“Saya akan bersurat ke pusat. Pak Ketua Umum Hartarto (Airlangga Hartarto) sering bilang di televisi kader Golkar harus jadi pemain, bukan jadi penonton,” ujarnya.

Menurutnya, dia sangat mencintai Partai Golkar, namun hendaknya ini menjadi pelajaran buat Partai Golkar ke depan jika ingin meraih kejayaan. Namun jika kebiasaan ini masih tetap dijaga, H Nasrun meyakini, Partai Golkar, khususnya di Jembrana akan tumbang karena ditinggalkan pendukungnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of