uipo terdakwa pengedar sabu harus berurusan dengan pihak berwajib
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Juipo, pria kelahiran 11 Desember 38 tahun silam ini memilih terjun ke jaringan bisnis barang haram, narkotika. Iapun hanya merunduk ketika  Jaksa menuntut hukuman pidana penjara selama 6 tahun.

Dihadapan Majelis Hakim pimpinan IA Nyoman Adnya Dewi,SH.MH, terdakwa yang hanya tamatan SD ini oleh Jaksa Penuntut  Umum (JPU) Cok Intan Merlany Dewie,SH juga diajukan denda sebesar Rp 800 juta subsider 2  penjara.

” Terdakwa terbukti bersalah memiliki dan menjual narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana disebutkan dalam pasal 112 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009, memohon terdakwa dihukum selama enam tahun penjara,” baca Jaksa dari Kejari Denpasar, Kamis (16/5).

Di ruang sidang Candra, terdakwa kelahirannya Tanjung Pinang, Riau, ini dinyatakan terbukti memiliki narkotika jenis Sabu berat 1,6 gram.

Dalam dakwaan sebelumnya, bergulirnya kasus ini berawal dari penangkapan Toyoferi Yanto (berkas terpisah) pada Kamis, (3/1) di kawasan Jalan Pulau Saelus, Pedungan, Denpasar Selatan.

Dari Yanto, petugas mengamankan barang bukti 5 paket sabu-sabu dengan berat bersih 3,42 gram dan 20 paket ganja dengan berat total 308 gram. Interogasi saat itu Yanto mengaku barang tersebut dibeli dari terdakwa seharga Rp 6.500.000, sehari sebelumnya.

Dari penggembangan, diketahui terdakwa berada di rumah makan Padang di Jalan Pemogan, Denpasar. Petugas dari Satresnarkoba Polresta langsung mengamankan terdakwa namun nihil barang bukti. Setelah dilakukan penyisiran dekat motor terdakwa diparkir tepatnya di bawah tiang listrik, ditemukan satu paket sabu-sabu dengan berat 1,6 gram dan diakui miliknya yang baru saja di tempel.

Pengakuan terdakwa di depan sidang, sabu itu rencananya akan dijual pada seseorang bernama Feri. Terdakwa mengaku barang itu didapat dari seseorang bernama Masruri untuk dijual kembali. ( jr/bas/tim/bpn)

Tinggalkan Komentar...