15/08/2020, 1:45 AM
Beranda Bali Denpasar Hadapi Pilkada Badung, Golkar Siapkan Kejutan Hadapi Incumbent Giri Prasta

Hadapi Pilkada Badung, Golkar Siapkan Kejutan Hadapi Incumbent Giri Prasta

DENPASAR, balipuspanews.com – Golkar Badung belum menelorkan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada serentak yang disebut akan dihelat Desember mendatang. Namun, partai berlambang pohon beringin itu siap memberikan kejutan untuk menghadapi incumbent Nyoman Giri Prasta yang dipastikan kembali diusung PDIP.

Saat ini Golkar tengah membangun komunikasi dengan parpol lainnya karena tidak bisa mengusung calon sendiri. Partai pimpinan Airlangga Hartato itu hanya mendapatkan 17,5 persen suara di kabupaten paling kaya di Bali itu.

Plt. Ketua DPD II Golkar Badung Wayan Suyasa menyebutkan, partai Golkar mulai ada yang melirik dijadikan sebagai kendaraan dalam Pilkada nanti. Sebagai kader partai, pihaknya siap mengamankan instruksi yang dikeluarkan induk partai.

“Selaku kader, jika ditugaskan kita siap siapapun dia, kita tidak bisa melawan keputusan partai. Namun kita tetap berproses dan mengedepankan dasar-dasar Pilkada,” kata Suyasa.

Lantas bagaiman kreteria pemimpin Badung yang diidolakan masyarakat saat ini?. Politisi asal Penarungan ini menilai bahwa pertama, apapun yang dilakukan pemerintah daerah, yang dikelola pemerintah, pendapatan mayoritas hampir 90 persen dari sektor pariwisata, PAD No 1 di Indonesia, harus mampu memberikan program jangka panjang. Berbeda dengan sebelumnya, dimana Badung
kemarin yang dilakukan program jangka pendek, artinya memanfaatkan dana yang ada begitu besar, tanpa memanfaatkan administrasi atau tidak melaksanakan saving budget.

Perlu disadari, pemerintah harus wanti-wanti dalam melaksanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tentang keamanan, kesehatan, dengan harapan kedepan ingin memberikan leadership memperhatikan sumber daya manusia (SDM) yang bakal dikelola.

Harapan kedepan, kepada pemimpin siapa pun dia, yang bisa memperhatikan leadershipnya jangka panjang, artinya mampu mengelola SDM masyarakat Badung.

“Misalnya seperti sekarang masyarakat diberi ikan yang besar, hanya sesaat. Kalau kita inginkan kail atau penangkap ikan berikan kepada masyarakat tentu SDM Masyarakat mampu mengelola dengan SDM yang ada dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.

Intinya, sambung Suyasa, kini Badung terjebak disituasi nyaman, karena disituasi saat sekarang, saat Covid -19 melanda baru ‘ngeh’ atau sadar untuk memperhatikan perhatian keuangan untuk memperhatikan masyarakat.

Ini tentu, tantangan bagi pemimpin yang genius, sekarang saatnya menunjukkan inovasinya, pemimpin yang diberi kepercayaan penuh dan signifikan, untuk membuktikan saat ini dalam kondisi tidak ada budgeting khusunya dari PAD Pariwisata inovasi apa yang harus diperbuat.

“Kalau kami, jujur berusaha memberikan mencari celah lain selain periwisata, peternakan maupun pertanian, lahan besar yamg dimiliki badung seperti daerah Petang, Abiansemal, Mengwi, ini merupakan investasi dalam arti luas, dalam artian tanpa mengesampingkan pariwisata,” ungkapnya.

Pemimpin Badung yang dibutuhkan saat ini, tentu pemimpin yang mampu
mensejahterakan masyarakat secara umum, bukan secara kelompok atau golongan.

Lantas ketika ditanya bagaimana keberpihakan pemerintah saat menghadapi Pandemi Corona saat ini? Pihaknya menyebut, selama ini pemerintah Badung sudah menganggarkan dana sebesar 274 miliar yang bisa digunakan untuk masyarakat.

Namun, selama ini di Badung sendiri belum penuh uang tersebut digunakan untuk masa pandemi covid-19. Pasalnya banyak bantuan dari Pemerintah Pusat yang terdiri dari 7 klaster bantuan untuk rakyat.

Menurut Suyasa, bagi mayarakat yang belum tersentuh bantuan dari pusat ini sesuai mekanisme yang ada, sudah sepatutnya dibantu melalui pemerintah daerah, agar semua masyarakat terbantu, pasalnya semua masyarakat secara garis besar terdampak Covid-19.

Ia khawatir dana yang ada sebesar 264 miliar ini nantinya dikeluarkan jelang pemilu, dengan alasan regulasi sudah sesuai.

“Padahal sudah jelas bunyi undang-undang corona ini, bahwa pemerintah siapapun dia tidak akan dituntut secara hukum pidana maupun perdata sepanjang etikad baik dan untuk kepentingan masyarakat,”pungkasnya.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Kuasa Hukum Jerinx SID Ajukan Penangguhan Penahanan

DENPASAR, balipuspanews.com - Kuasa hukum Wayan Gendo Suardana SH, Jumat (14/8/2020) siang, mendatangi penyidik Ditreskrimsus Polda Bali untuk menyerahkan surat penangguhan penahanan terhadap Jerinx...