Hadiri Pemberian Penghargaan WEPs, Menteri PPPA: Hapus Diskriminasi Perempuan dan Wujudkan Kesetaraan Gender di Indonesia

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga pada acara Penganugerahan Penghargaan Prinsip Pemberdayaan Perempuan WEPs. (dok. Biro humas KemenPPPA).
Menteri PPPA, Bintang Puspayoga pada acara Penganugerahan Penghargaan Prinsip Pemberdayaan Perempuan WEPs. (dok. Biro humas KemenPPPA).

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menghadiri acara Penganugerahan Penghargaan Prinsip Pemberdayaan Perempuan (Women’s Empowerment Principles/WEPs) yang diselenggarakan UN Women bersama Uni Eropa. Pada acara tersebut, Menteri Bintang menegaskan Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat dan memprioritaskan upaya dalam menghapuskan segala bentuk diskriminasi pada perempuan dan menutup jurang ketidaksetaraan gender di Indonesia.

“Kami sangat mendukung terselenggaranya Women’s Empowerment Principles Awards hari ini, atas apresiasi yang diberikan kepada perusahaan yang telah berkontribusi bagi pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Kami juga sangat bangga ketika mendengar terdapat 3 (tiga) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dianggap berkontribusi bagi upaya tersebut, turut mendapatkan penghargaan khusus,” ungkap Menteri Bintang dalam acara Penganugerahan Penghargaan Prinsip Pemberdayaan Perempuan (Women’s Empowerment Principles/WEPs) 2021 yang dilaksanakan secara virtual, (22/10).

Baca Juga :  Buka Pentas Bintang Pendidikan, Bupati Suwirta Harap Guru Ikuti Perkembangan Zaman dan Tingkatkan Kompetensi

Menteri Bintang menyampaikan pembangunan yang mengedepankan prinsip pengarusutamaan gender adalah keharusan, bukan pilihan. “Pengarusutamaan gender bukan hanya kepentingan perempuan semata. Berbagai riset menyatakan jika perempuan memiliki akses, kesempatan, dan peran yang sama untuk menjadi angkatan kerja, maka pendapatan negara akan naik secara signifikan. Penambahan pendapatan negara tersebut, sangat dipengaruhi oleh sumbangsih dari UMKM yang setengahnya dimiliki dan dikelola oleh perempuan,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang menegaskan pembangunan yang mengedepankan prinsip pengarusutamaan gender tersebut, harus dilakukan untuk menjawab berbagai permasalahan yang terjadi pada perempuan, seperti adanya konstruksi sosial yang menempatkan posisi perempuan lebih rendah dari laki-laki sehingga perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentan.
Begitu juga di dunia kerja, dimana masih rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan dibandingkan laki-laki, adanya kesenjangan upah, kurangnya kesempatan perempuan menempati posisi pemimpin, hingga mengalami kekerasan berbasis gender.

Baca Juga :  Menteri Bintang Hadiri Kampanye Peringatan 16 HAKTP di Pelataran Sarinah

“Tantangan juga dirasakan perempuan pelaku usaha, mengingat  akses terhadap layanan finansial yang inklusif bagi perempuan belum terwujud sepenuhnya secara merata. Pandemi Covid-19 juga semakin memperparah kesenjangan gender,” tambah Menteri Bintang.

Menteri Bintang menyampaikan perempuan adalah penopang hidup bangsa yang jumlahnya mengisi setengah dari total penduduk Indonesia bahkan hampir setengah dari populasi dunia. Untuk itu, sudah sepantasnya setiap sektor pembangunan mengedepankan prinsip kesetaraan, keadilan, dan inklusivitas. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Indonesia 1945, serta komitmen global melalui ratifikasi the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW), serta komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), dimana salah satu tujuannya yaitu mewujudkan kesetaraan gender.

Baca Juga :  Denpasar Kembali Gelar Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita

Lebih lanjut, Menteri Bintang memberikan selamat kepada para pemenang penghargaan dan berharap agar penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak dalam melakukan upaya dan kerja nyata lebih baik lagi untuk menciptakan solusi yang komprehensif, inovatif, dan inklusif, menuju perjuangan kesetaraan gender yang lebih terstruktur dan massif, demi perempuan Indonesia.

“Marilah kita saling membantu, menguatkan, dan merapatkan barisan, demi mencapai dunia yang aman, setara, dan sejahtera, di mana perempuan memiliki akses, kesempatan, dan menerima manfaat pembangunan yang sama dengan laki-laki,” tutup Menteri Bintang.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.