Hadirkan Dua Gajah, Meriahkan Balingkang Kintamani Festival 2019

45
Pengangkatan Lampion oleh Gubernur Koster, pertanda dibukanya Balingkang Kintamani Festival 2019. Rabu (6/2)
Pengangkatan Lampion oleh Gubernur Koster, pertanda dibukanya Balingkang Kintamani Festival 2019. Rabu (6/2)

KINTAMANI, balipuspanews.com- Berlokasi di Jaba pura Ulun Danu Batur, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, “Balingkang Kintamani Festival 2019” digelar meriah dengan dihadirkannya dua ekor gajah yang ditunggangi Jaya Pangus sebagai simbol kendaraan Raja Bali zaman dahulu, Rabu (6/2).

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Bali memiliki adat istiadat yang unik,
salah satunya akulturasi budaya Bali dengan Tiongkok. Dengan interaksi romantika antara Jaya Pangus dengan Putri Kang Cing Wie. Dapat dilihat pula tanda-tanda akulturasi Bali dengan Tingkok muncul di tempat suci di Bali, seperti di Batur dan Besakih.

Ditambahkan Koster, budaya berdagang di Batur berasal dari Tiongkok, terlihat adanya interaksi budaya positif guna membangun wisata di Bangli.

“Peninggalan pertama ada di pura Dalem Balingkang. Bangli memiliki alam yang indah, Danau Batur, Gunung Batur dan Batur Unesco Geopark menjadi warisan wisata dunia,” paparnya.

Selain budaya dan adat istiadat, Bangli juga terkenal dengan produk pertanian, terkenal jeruk kintamani, kopi, sangat terkenal di dunia. “Nanti wisatawan minum kopi kintamani dulu dan bawa oleh-oleh kopi kintamani.

“Tahun depan akan diadakan festival lebih baik lagi. Akan dilakukan setiap tahun, yang sekarang diadakan mendadak atas usulan Konjen. Tahun depan anggaran festival akan ditanggung Pemprov sepenuhnya dan Kementrian Pariwisata harus mensupport kegiantan ini,” harap Koster.

Lebih jauh koster menekankan dengan potensi wisatawan Tiongkok yang sangat besar, dirinya berharap tahun ini jumlah kunjungan wisatawan mencapai dua juta. Pihaknya pun berharap agar dibantu untuk mempromosi Bali dan Kintamani khususnya. Gelaran Balingkang Kintamani Festival merupakan suatu bentuk promosi Bali kepada Tiongkok.
“Cinta Bali berarti cinta Tiongkok,” tandasnya.

Ketua panitia yang sekaligus kepala Bali Tourism Board (BTB) Bali IB Agung Partha Adnyana mengatakan Balingkang Kintamani Festival 2019 diselenggarakan bertujuan untuk menggaet wisatawan manca negara khususnya Tiongkok. Pun Jumlah wisatawan Tiongkok masih menduduki posisi teratas, diatas Australia dan India.

Partha menambahkan, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali hanya satu persen dari jumlah penduduk Tiongkok. “Kami berharap dengan digelarnya festival ini, mampu mendatangkan jumlah Wisatawan lebih banyak lagi dan kualitas lebih baik, tentu sektor pariwisata Bali sebagai penyumbang prekonomian Bali dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,” paparnya.

Dikatakan Partha, Festival ini dicetus sejak (14/1). Dipilihnya Kintamani menjadi tempat Festival, pasalnya Kintamani banyak terdapat peninggalan-peninggalan sejarah,
yang menunjukkan jejak leluhur dari Tiongkok, tapat dilihat dari peninggalan pura Syahbandar dan beberapa peninggalan di pura Ulun Danu Batur.

“Dengan mengangkat legenda Raja Balingkang Jaya Pangus dan putri China Kang Cing Wie, sebagai topik utama Balingkang Kintamani Festival dikemas menarik dan mudah dipasarkan,”tandasnya.

Kemeriahan Balingkang Kintamani Festival tampak dari deretan penjor berisikan lampion berjejer sepanjang satu kilo meter dan hiasan panggung dengan ornamen lampion dan identik dengan warna merah yang melambangkan kemakmuran.

Tak kalah menariknya, berbagai suguhan kesenian kebudayaan Bali maupun China di tampilkan dalam Festival ini seperti penampilan Barong Sai, penampilan busana China, Tari Baris Cina, dan lain-lain.

Ribuan Wisatawan Tiongkok menyaksikan Festival ini, terlihat tiga stage dipenuhi Wisatawan dan masyarakat setempat. Pun cuaca mendung dan hujan gerimis, tidak menyurutkan pegelaran berlangsung.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster sekaligus membuka Festival, Wagub Bali Tjok Ace beserta Istri, Sekda Dewa Made Indra, Bupati Bangli I Made Gianyar, Wabup Badung I Ketut Suiasa, Konjen Tiongkok, beserta tamu undangan lainnya. (bud/bpn/tim)

Loading...