Senin, Juni 24, 2024
BerandaBulelengHampir 80 Persen Produknya Dipalsukan, Kutus-kutus Bertransformasi

Hampir 80 Persen Produknya Dipalsukan, Kutus-kutus Bertransformasi

BULELENG, balipuspanews.com – Menjadi salah satu brand lokal minyak herbal asli Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Bali sejak tahun 2013. Nyatanya keberadaan Kutus-Kutus yang begitu tenar membuat orang tergiur untuk memalsukan sejumlah produk dari brand lokal itu. Bahkan Owner Kutus-Kutus Bambang Pranoto mengklaim saking maraknya penipuan hampir 80 persen produk yang dicari di pasar online dengan nama dipakai kutus-kutus adalah barang palsu.

Menyikapi permasalahan itu, Bambang Pranoto lalu meluncurkan transformasi besar dengan mengusung nama baru Kutus Kutus Aksara Bali dan brand baru Sanga Sanga, pada Selasa (14/5/2024) di Hotel New Sunari Lovina.

Bambang menyebutkan nekatnya oknum memalsukan dan menjadikan produknya untuk menipu konsumen di perkirakan karena berbagai alasan. Salah satunya karena brand miliknya merupakan brand minyak lokal yang dikenal luas di Indonesia sejak kurang lebih 10 tahunan. Meski begitu dirinya mengaku upaya-upaya licik itu tidak mempengaruhi atau menurunkan penjualan produknya yang tercatat hampir 500 ribuan kemasan perbulan. Lantas transformasi yang sekarang dilakukan terhadap brand minyak kutus-kutus yakni tidak hanya mengubah nama dan logo, tetapi juga menghadirkan berbagai perbedaan pada setiap produk.

BACA :  Save Deer Island untuk Pulau Menjangan

“Tentu kami ingin memberikan jaminan keaslian dan kualitas produk kepada konsumen. Kutus Kutus Aksara Bali dan Sanga Sanga memiliki ciri khas dan berbeda dari produk sebelumnya. Tentu dengan inovasi ini konsumen dapat dengan mudah membedakannya dengan produk palsu,” jelasnya.

Selain berfokus terhadap produk, Bambang Pranoto mengaku akan membuat platform sebagai tempat menjual produk-produk dari brand kutus-kutus. Sehingga konsumen akan lebih mudah mencari produk asli, lalu untuk yang ingin menjual kembali nantinya akan diberikan sertifikat resmi dari kutus-kutus.

“Kami harap hadirnya tranformasi ini bisa mengurangi konsumen yang tertipu dengan barang palsu yang ada dipasaran. Sebab atas peredaran produk palsu bukan kami yang dirugikan melainkan konsumen yang sudah yakin membeli barang asli melalui gambar produk kami tapi datangnya barang palsu,” harapnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular