Hampir Habis Tahun 2020, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja Baru Terbitkan 1799 Paspor

Suasana pelayanan pembuatan paspor nampak lengang diKantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Jumat (20/11/2020)
Suasana pelayanan pembuatan paspor nampak lengang diKantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Jumat (20/11/2020)

BULELENG, balipuspanews.com – Pelayanan permohonan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja nampak lengang semenjak adanya Covid-19 terjadi. Meski tetap melayani dengan tatap muka dari pukul 7.30 Wita hingga 16.00 Wita suasana pelayanan masih tetap sepi.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi dimana sebelum terjadi pandemi seperti ditahun 2019 yang total pemohon paspor bisa mencapai angka 3815 pemohon dengan rata-rata pemohon dalam sehari mencapai sebelas pemohon paspor. Tentu hal tersebut berbanding terbalik dengan periode Januari-November 2020 yang dimana baru mencapai angka 1799 pemohon ini berarti dalam sehari rata-rata hanya ada lima pemohon paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nanang Mustofa, SH., M.Si mengatakan dimasa pandemi covid-19 memang jauh mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian pihaknya tetap melayani masyarakat dengan baik serta selalu menerapkan protokol kesehatan baik ke seluruh staf dan pemohon yang hadir agar tetap disiplin 3M sebelum masuk kedalam kantor. Terkait penurunan diakuinya saat ini hampir mencapai 50 persen hingga 70 persen. Bagaimana tidak jika tahun sebelumnya yakni 2019 terdapat sekitar 3815 pemohon yang melakukan permohonan pembuatan paspor sedangkan dari awal tahun 2020 sampai November baru mencapai angka 1799 pemohon yang terdata.

“Permohonan paspor dimasa pandemi Covid-19 ini memang ada penurunan yang cukup signifikan. Jadi sangat sangat jauh berkurang sekitar kurang lebih hampir 50 hingga 70 persen berkurangnya,”jelasnya, Jumat (20/11/2020).

Berkurangnya permohonan pembuatan paspor secara drastis diakuinya kemungkinan karena beberapa faktor seperti adanya pandemi Covid-19 sehingga mengakibatkan penerbangan internasional ditiadakan menjadi salah satu yang membuat masyarakat mungkin belum saatnya untuk bepergian ke luar negeri, disebabkan penerbangan masih tutup. Kedua ada kemungkinan banyak negara lain memberlakukan larangan bagi warga Indonesia (WNI) untuk masuk ke negaranya, sebab masih dalam situasi lockdown dan sebagainya. Ketiga adanya ketakutan atau khekawatiran masyarakat akan tertular atau ada penularan apabila ada melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Jadi ketiga faktor ini yang mungkin mendasari kenapa pemohon paspor ini sangat turun drastis, namun demikian kantor imigrasi kelas II Singaraja tetap memberikan pelayanan dengan maksimal sesuai protokol Kesehatan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, penurunan permohonan paspor menurutnya juga sangat berimbas terhadap penurunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar 50 persen hingga 60 persen penurunan PNBP, sehingga ini sangat berpengaruh terhadap kinerja yang sesuai dengan anggaran. Dimana dalam kegiatan nantinya akan dipilih mana yang diprioritaskan terkait dengan upaya-upaya untuk pencegahan penyebaran covid-19 dan mana untuk yang belum atau tidak diprioritaskan. Perkiraan angka Potensi PNBP kalau kita rata-ratakan saja satu paspor itu sekitar Rp 350 ribu kalu dilihat 60 persen dari jumlah tadi 3815 kurang lebih Rp 600 juta dan diprediksi selama covid-19 belum selesai maka tetap berpengaruh.

“Kita utamakan mana yang jadi prioritas. Potensi PNBP kalau kita rata-ratakan saja satu paspor itu sekitar Rp 350 ribu kalu dilihat 60 persen dari jumlah tadi 3815 kurang lebih, ya sekitar Rp 600 juta dan ini kita prediksi selama covid-19 belum selesai atau belum habis maka tetap berpengaruh terhadap penurunan,”tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan