Hanya Beroperasi 3 Bulan, Dewan Minta DEN Kaji Kembali Proyek PLTB di Nusa Penida

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi WS.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi WS.

DENPASAR, balipuspanews.com – DPRD Provinsi Bali pada hari ini, Kamis (13/8/2020), menerima kunjungan dari Dewan Energi Nasional (DEN) terkait Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Substansi Perda Provinsi Bali tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020-2050, di Gedung DPRD Provinsi Bali.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali IGA Diah Werdhi Srikandi WS, meminta langsung kepada Sekjen DEN Djoko Siswanto agar mengkaji kembali proyek pusat berupa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau Kincir Angin di Nusa Penida, yang sudah tak beroperasi sejak tahun 2017.

Sebelumnya, setelah PLTB ini selesai dibangun, hanya beroperasi selama tiga bulan, selanjutnya tak beroperasi hingga sekarang.

Padahal pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga angin itu sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

Agar bisa dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat sekitar, pihaknya berharap proyek tersebut tidak terus terbengkelai.

“Kami dari Bali juga menitipkan kepada Dewan Energi Nasional bahwa ada proyek pusat yang memang tidak beroperasi yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Nusa Penida. Jadi kami minta dari DEN untuk mengkaji kembali agar bermanfaat ini, karena sejak dibangun itu tidak beroperasional,” ujar Diah.

Politisi PDI-Perjuangan ini mengungkapkan, pihak DEN akan menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Pak Sekjen DEN sudah menyampaikan akan mengecek kembali administrasinya bagaimana, nanti akan berkomunikasi lagi untuk pemanfaatan ke depannya. Sejak 2017 tidak beroperasi, nanti semuanya akan dikaji, termasuk dengan daerah,” jelasnya kepada awak media.

Pihaknya bersama Komisi III DPRD Bali akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah di Bali untuk mengetahui proses awal proyek tersebut.

“Kami komisi III nanti akan bertemu dengan daerah seperti apa sih proses di awal itu. Nanti kami akan compare (bandingkan),” katanya.

Ia tidak ingin proyek yang sudah dibangun di Bali tak bisa dioperasikan seperti PLTB di Nusa Penida itu.

Selain PLTB Nusa Penida, pihaknya juga meminta DEN untuk memperhatikan masalah pada proyek pusat lainnya di Bali.

“Kemudian PLTS di Kubu Karangasem agar kendala-kendala yang dihadapi segera dicarikan solusi agar bisa segera dimanfaatkan. Juga PLTS Kayubihi di Bangli. Besok DEN akan meninjau,” paparnya.

Pihaknya menyayangkan apabila proyek-proyek yang sudah dibangun pada akhirnya tidak dipergunakan dengan baik.

“Kami tidak ingin proyek yang sudah dibangun itu hanya seperti itu saja,” cetusnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan