I Gde Pasek Suardika dan Ketut Putra Ismaya Jaya
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Anggota DPD RI, I Gde Pasek Suardika (GPS) mempotensikan kekuatan organisasi kemasyarakat Laskar Bali ke jalur politik praktis, hal ini dilakukan agar kekuatan yang dimiliki organisasi besar di Bali itu benar -benar mampu menjaga taksunya pulau dewata, Bali.

Hal ini terungkap ketika Sekjend DPP Laskar Bali Ketut Putra Ismaya Jaya (KERIS) yang juga calon DPD RI serta jajarannya bersima krama di kantor DPD RI, Renon, Denpasar, Kamis (2/8).

“Ya simakrama ini merupakan bagian untuk menghapus premanisme, sangat sayang kalau potensi yang mereka miliki dibuang percuma, karena jika dipotensikan seperti listrik jika hidup bisa nyalahin kulkas, makanya kalau dibina memiliki kekuatan yang luar biasa,” kata I Gde Pasek Suardika, anggota DPD RI yang kini juga menjadi Calon DPR RI dari partai Hanura ketika dimintai keterangannya usai simakrama di ruang rapat kantor DPD RI.

Menurut Pasek, Laskar Bali memiliki solidaritas yang tinggi, jelajah lapangan, semangat serta energi besar dalam membela Bali.

“Kita mereka kami berikan penyadaran, ternyata mereka baru sadar kalau urusan kelapa, beras dan lain sebagainya masuk ranah politik, karena kesadaran mereka yang tinggi mereka tidak alergi berpolitik buktinya mereka datang beramai-ramai,” ujarnya.

Pasek menegaskan kalau hubungan dengan Laskar Bali serta Sekjennya Ketut Putra Ismaya Jaya (KERIS) bersifat pribadi tak ada sangkut pautnya dengan Hanura.

“Komunikasi kami terjalin sejak lama, mulai dari persoalan di Radar Bali kami intens melakukan komunikasi, jadi hubungan saya bersifat pribadi, jadi kalau urusan dukung mendukung itu biarkan alami, ” jelasnya.

Paling penting, kata Mantan Wartawan salah satu media di Bali ini mengatakan pihaknya juga sebagai anggota DPD RI berbagi pengalaman, disamping juga melakukan design anggota DPD Bali.

“Jadi ada empat design menurut saya keempat anggota DPD mesti ada yang berani, pintar, mengerti seni dan budaya serta tata kelola pemerintahan, jangan asal pintar tapi tak mengerti rohnya Bali, jangan pilih karena kedekatan, khan rugi nanti tidak bersuara di senayan,jadi harus pilih yang memiliki Jiwa petarung,” ujarnya.

Ismaya menurut Pasek memiliki keberanian yang kuat untuk menjaga Bali, jadi ketika berada di senayan bisa saling mengisi dengan calon anggota DPD RI lainnya. Laskara sososk pak suarika politis pengaama DPD keduanya, kami baru bekajar laksar yang tahu serta royalitas pemahaman tentang berpolitik

Sekjend DPP Laskar Bali Ketut Putra Ismaya Jaya mengakui kalau dirinya ingin belajar ilmu politik ke anggota DPD RI, I Gde Pasek Suardika.

“Pasek itu sudah dikenal sebagai politisi, jangan sangat penting kami berbagi ilmu,” jelasnya.

Begitu juga soal cap Premanisme, Ismaya tak memungkiri itu karena semuanya masyarakat yang menilai. Tetapi dari hati yang paling dalam apa yang dilakukan saat ini menjadi Calon DPD RI berdasarkan ketulusan.

“Saya tidak argumen akan pola pikir masyarakat, hanya Tahun yang tahu, tetapi saya sudah mewinten atau diupacarai secara niskala artinya dengan upacara ini secara tulus akan menjaga Pura di Bali serta tidak lagi melakukan perusakan,” ujarnya.

Disisi lain, Ismaya juga membeberkan akan tekadnya membangun SDM Bali dengan membangun Pesraman di seluruh Kabupaten di Bali. Disamping mengajak investor ke pulau Dewata Bali serta mempotensikan saudaranya di Laskar Bali untuk ikut membangun serta menjaga investor sehingga nyaman berinvestasi di Bali.

“Kalau saya maju dan terpilih saya bisa membela saudara -saudara saya dan masyarakat Bali secara umum,” katanya. (Art/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...