Jumat, Februari 23, 2024
BerandaBisnisHarga Babi Anjlok, Peternak di Jembrana Mengeluh

Harga Babi Anjlok, Peternak di Jembrana Mengeluh

JEMBRANA, balipuspanews.com- Tingginya harga daging babi di pasaran ternyata tidak membuat peternak babi untung. Mereka justru merugi karena harga babi hidup ditingkat peternak anjlok.

Dimana saat ini harga babi hidup ditingkat peternak mencapai Rp 38 ribu per kilo. Dengan harga itu membuat peternak merugi karena tidak sebanding dengan biaya pakan, perawatan dan operasional lainnya.

Peternak baru bisa untung dengan harga ideal Rp 50 ribu per kilogram. Mereka heran dan menduga ada yang mempermainkan harga mengingat harga babi anjlok sementara babi hasil ternak mereka selain untuk kebutuhan pasar lokal, juga sangat banyak dikirim keluar Bali untuk kebutuhan pasar Jakarta bahkan ekspor.

Setiap minggu hampir 4 ribu ekor babi dari Bali dikirim ke Jawa. Sayangnya perlindungan untuk para peternak terutama menjaga harga, masih jauh dari harapan.

I Kadek Alit Subagia Yasa salah satu peternak babi menyampaikan anjloknya harga babi hidup jelas merugikan peternak kecil. Biaya untuk produksi dan biaya tambahan untuk kebersihan kandang guna mencegah PMK tidak sebanding dengan hasil penjualan.

BACA :  Sekda Adi Arnawa kunjungi  pelaksanaan Gerakan Pasar Murah di Gor Dalung Mengwi

“Selain kami di Jembrana peternak lain di Bali juga mengeluhkan anjloknya harga babi hidup. Pengiriman babi keluar Bali sangat banyak tetapi malah harga anjlok. Kami berharap pemerintah bisa membantu peternak dalam menstabilkan harga,”ungkapnya.

I Wayan Agus Adi Riawan peternak lainnya mengatakan, anjloknya harga babi hidup ini terjadi mulai PMK merebak. Awalnya diduga karena adanya larangan pengiriman babi keluar Bali. Namun setelah pengiriman diperbolehkan malah harga babi semakin anjlok.

“Kami sangat kecewa, harga sangat jauh dari harapan, “ujarnya.

Padahal, katanya diluar Bali sudah sangat jarang ada peternakan Babi dan 80 persen kebutuhan babi di Jawa tergantung dari Bali. Anjloknya harga ini jangan sampai ada monopoli harga menghancurkan para peternak yang tidak disusui perusahaan besar.

“Jika stok di perusahaan itu banyak, biarkan harga tetap standar. Jangan merusak harga, karena peternak kecil yang terdampak,”ungkapnya.

Wayan Agus menuturkan pemerintah juga jangan seolah membiarkan harga anjlok ini begitu saja. Seperti tidak ada perlindungan bagi peternak Bali yang ikut membantu mencegah PMK dengan bio security kandang.

BACA :  Gedung KP2KP Negara Diresmikan

Tetapi, lanjutnya ketika harga anjlok, pemerintah justru meminta diselesaikan oleh asosiasi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gede Putu Kasthama, saat dikonfirmasi media ini mengakui memang setelah hari raya Galungan dan Kuningan terjadi penurunan harga babi di pasar lokal. Tetapi justru kebutuhan bibit babi, meningkat.

“Untuk pengadaan bibit babi meningkat sampai ke desa-desa,”ujarnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular