Bunga Kamboja
Bunga Kamboja
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com – Bunga kamboja yang pernah naik daun karena harga perkilonya bersaing dengan harga cengkeh, memang sempat tidak laku dijual. Namun belakangan ini harga bunga kamboja kering mulai membaik dan pemilik mulai bergairah untuk mengumpulkan dan menjemurnya.

Beberapa tahun lalu bunga kamboja kering jenis cendana harganya sempat meroket bahkan tembus sampai Rp 120 ribu perkilo. Lantaran harganya mennanjikan hingga melebihi harga bunga cengekeh cukup banyak warga di pedesaan yang memiliki halaman rumah cukup luas beramai-ramai menanam bunga kamboja jenis cendana.

Bahkan mereka rela begadang untuk menunggui bunga kamboja miliknya agar tidak dipungut orang.Bahkan ada beberapa warga di Jembrana ada yang menebangi tanaman pisang di kebunnya untuk diganti dengan kamboja. Namun puncak keemasan harga bunga kamboja itu tidak lama. Perlahan harganya mulai turun saat warga ramai-ramai menanam bunga sebagai bahan dasar, parfum dan dupa ini.

Lantaran harganya hanya Rp 5000 perkilo bahkan tidak laku, warga mulai meningalkanya. Bunga kambija milik mereka dibiarkan saja menjadi sampah.
Namun sejak seminggu lalu harga bunga kamboja kering mulai membaik dan sudah tembus Rp 20 ribu perkilonya. Naiknya harga bunga kamboja ini membuat warga yang memiliki pohon kamboja mulai kembali bergairah untuk mengumpulkan dan menjemurnya. “Harga bunga kamboja mulai naik. Saya jual dua puluh ribu rupiah perkilonya,” ujar Rahayu, salah seorang warga Yehembang, Mendoyo. Dengan naiknya harga bunga kamboja ini, warga kembali rajin mengumpulkan bunga kamboja yang berguguran untuk di jemur hingga kering kemudian di jual.(nm/bpn/tim)