Harga Garam di Karangasem Meroket

Pedagang di Pasar Amlapura
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com -Kelangkaan garam yang terjadi belakangan ini mulai berdampak di Karangasem, pasalnya sejak tiga bulan terakhir harga garam cenderung mengalami kenaikan, bahkan di beberapa pasar tradisional Karangasem harga garam meroket naik hingga dua kali lipat bahkan lebih.

“Pasokannya sih lancar saja, tetapi harganya yang sangat mahal,” ujar salah satu pedagang dipasar Amlapura Ni Nengah Minggu 51 tahun asal Karangasem, Senin (14/8).

Menurutnya, kenaikan harga garam sudah dirasakannya sejak tiga bulan terakhir, dimana rata-rata kenaikan mencapai 100% bakhan lebih. Diakui Nengah selama 10 tahun sebagai berdagang di pasar tersebut baru kali ini harga garam dipasaran meroket.

Dipasar tradisional Karangasem harga garam jawa yang dulunya hanya Rp.2500 kini naik menjadi Rp.7 ribu perkilonya. Untuk garam Bali yang dulunya hanya Rp.5 ribu sekilo kini  menjadi Rp.10 ribu perkilonya. Sedangkan untuk garam beryodium mengalami kenaikan yak cukup signifikan dimana harga semula sekitar Rp.12 ribu perbalnya sekarang menjadi Rp. 35 ribu perbalnya.

Menurut Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem Gusti Ngurah Suarta, SH. Kenaikan harga garam yang terjadi belakangan ini disinyalir akibat cuaca yang tidak menentu, sehingga produksi garam di beberapa tempat produksi garam di Karangasem menjadi tidak maksimal.

“Untuk harga kami selalu pantau perkembangannya dengan cara melakukan sidak seminggu dua kali turun kepasar-pasar yang ada di Karangasem,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar...