Tanaman sayur petani Kintamani, Bangli
Tanaman sayur petani Kintamani, Bangli

BANGLI, balipuspanews.com – Harga jual yang murah serta cuaca yang tidak mendukung, semakin menambah keterpurukan perekonomian petani sayur kubis asal Kintamani di masa pandemi corona.

Hal itu diungkap oleh salah satu petani sayur kubis, Wayan Nyepeg asal Banjar Dinas Mukus, Desa Trunyan, Kintamani, Bangli kepada balipuspanews.com, Jumat (29/5/2020).

“ Untuk harga sayur kubis perkilonya saya menjual dengan harga Rp 2 ribu,” kata Nyepeg.

Menurutnya, selain harga sayur kubis yang cukup murah, hasil panen juga sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.

“ Selain pengaruh harga, disini saya juga terkendala akibat faktor cuaca yang mengakibatkan hasil panen tidak maksimal,” ujarnya.

Lanjut ibu dua orang anak ini menuturkan, untuk tanaman sayur kubis yang ia tanam kurang lebih sekitar 1500 pohon. Namun, tidak semuanya layak panen.

Dengan situasi seperti ini, sambung Nyepeg, dirinya terpaksa menjual hasil panen dengan sistem eceran kepada pengepul. Lantaran kalau dijual dengan sistem kontrak tidak ada pembeli yang mau membeli sayurnya.

Sedangkan, dari hasil jerih payahnya bertani sayur, dirinya mengaku baru dapat menjual hasil panennya kurang lebih 150 kilogram.

“ Dalam situasi sekarang ini, saya hanya bisa berharap agar perekonomian kembali membaik di tengah pandemi corona,” harap petani asal Kintamani ini.

PENULIS : Komang Rizki

EDITOR : Oka Suryawan