Pohon porang alternatif baru yang menjanjikan bagi petani Kintamani
Pohon porang alternatif baru yang menjanjikan bagi petani Kintamani

BANGLI, balipuspanews.com- Cuaca yang tidak menentu belakangan ini membuat beberapa petani di Desa Abuan, Kintamani, Bangli mulai mencoba membudidayakan pohon porang sebagai salah satu alternatif karena cara perawatannya yang begitu simple dan hasilnya lumayan menjanjikan.

Dari hasil pengamatan balipuspanews.com, Sabtu, (14/3/2020) di lokasi, terlihat beberapa pohon porang di tanam berjejer di sela-sela tanaman jeruk. Pohon ini memiliki bentuk daun lebar dengan ujung runcing yang berwarna hijau muda. Pada setiap pertemuan batang tumbuh bubil, batang berwarna hijau muda dan berisi bercak-bercak yang berwarna putih.

“ Saya tertarik menanam pohon porang ini karena budidaya dan perawatan dari tanaman ini bisa dibilang begitu simple dan tidak banyak menguras tenaga,” kata Wayan Diana salah satu petani di desa Abuan.

Menurutnya, cara perawatan pohon ini sangat gampang. Cukup membersihkan rumput liar yang ada pada batang tanaman. Selain itu pemberian pupuk cukup dua kali dalam satu tahun.

Hasil panen dari pohon porang, demikian Diana, juga lumayan menjanjikan. Terbukti tahun lalu harga jual umbi pohon porang termurah mencapai Rp 5 ribu perkilogramnya dan yang termahal tembus hingga atas Rp 12 ribu perkilogramnya.

Hanya saja, disini saya terkendala terkait minimnya stok bibit yang membuat hasil panen tidak begitu banyak.

“ Saya menjual hasil panen ke pengepul lantaran hasil dari panen ini nantinya akan di kirim ke Jawa untuk diolah menjadi berbagai jenis kebutuhan pokok,” kata Diana.

Tidak begitu susahnya membudidayakan pohon porang serta hasil panen yang menjanjikan membuat beberapa petani mulai membudidayakan tanaman tersebut. Hanya saja petani pohon porang terkendala minimnya bibit sehingga membuat hasil panen kurang maksimal.(riz/bas)