15/08/2020, 12:47 AM
Beranda Bali Jembrana Harga Melonjak, Permintaan Hewan Kurban Menurun

Harga Melonjak, Permintaan Hewan Kurban Menurun

NEGARA, balipuspanews.com – Pasaran hewan kurban juha terkena pengaruh pandemi Covid-19. Selain membuat harganya melonjak, permintaan hewan kurban juga menurun drastis.

Beberapa penjual hewan Kurban di Jembrana, Rabu (29/7) menuturkan menjelang hari raya Idul Adha tahun ini harga hewan kurban baik kambing dan sapi mengalami lonjakan yang signifikan dibanding tahun lalu.

Harga kambing saat ini berkisar Rp. 3 juta per ekor. Sedangkan tahun lalu hanya Rp. 2 juta per ekor. Sedangkan harga sapi siap potong juga melonjak, dimana tahun lalu berkisar Rp.12 juta per ekor kini menjadi Rp. 14 juta keatas.

“Selain harganya melonjak, tahun ini juga sulit mendapat hewan kurban baik sapi dan kambing,” ujar Made Artawa salah satu penjual hewan kurban di desa Banyubiru, Negara.

Menurut Artawa, naiknya harga hewan kurban dan sulitnya didapat, diduga karena memang stok di tingkat peternak sudah berkurang.

Selain harga naik dan sulit mendapat hewan kurban, permintaan juga menurun. Penurunan permintaan hewan kurban itu bahkan mencapai 60 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu permintaan hewan kurban lebih dari 400 rekor yang dilayaninya, untuk tahun ini baru sekitar 175 ekor yang dikirim ke Denpasar.

“Permintaan sedikit mungkin karena pandemi covid 19. Sampai saat ini pengiriman kambing untuk wilayah Denpasar baru 175 ekor dibanding tahun lalu mencapai 400 ekor,” ungkapnya.

Sementara itu untuk memastikan hewan kurban yang dijual pedagang benar-benar sehat, petugas dari Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat, Veteriner dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana
melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Satu persatu hewan kurban berupa kambing dan sapi yang ada di tempat penjualan dan pemasok hewan diperiksa fisik hingga pemeriksaan mata, mulut dan hidung, guna mengantisipasi adanya hewan kurban yang mengidap penyakit menular serta hewan kurban yang tidak layak.

Menurut Kabid kesehatan hewan dan masyarakat veteriner dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Widarsa mengatakan dari pemeriksan ini dipastikan hewan kurban yang beredar semuanya sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.

“Yang diperiksa pertama penampakan fisik lalu mulut hidung alat kelaminnya kelamin serta pernapasannya dan juga umur. dari hasil pemeriksaan semua layak dijadikan kurban,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan luar, nanti juga akan melakukan pemeriksaan dalam berupa pemeriksaan daging dan organ dalam hewan kurban saat di potong. Ini dilakukan guna memastikan daging hewan yang dijadikan kurban aman dikonsumsi dan terbebas dari penyakit menular lainnya.

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Kuasa Hukum Jerinx SID Ajukan Penangguhan Penahanan

DENPASAR, balipuspanews.com - Kuasa hukum Wayan Gendo Suardana SH, Jumat (14/8/2020) siang, mendatangi penyidik Ditreskrimsus Polda Bali untuk menyerahkan surat penangguhan penahanan terhadap Jerinx...