Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Denpasar Hari Ini 26 Pasien Sembuh di Denpasar, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 21...

Hari Ini 26 Pasien Sembuh di Denpasar, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 21 Orang

DENPASAR, balipuspanews.com – Hari ini, Selasa (7/7/2020), Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mencatat peningkatan jumlah kesembuhan pasien sebanyak 26 orang.

Sedangkan penambahan kasus positif Covid-19 tercatat 21 Orang dengan rincian, 6 orang OTG dinyatakan positif, 1 orang PDP dinyatakan positif, sementara 14 lainnya merupakan kasus baru.

“Kita patut bersyukur, hari ini angka kesembuhan mencapai 26 orang, namun demikian kewaspadaan juga harus ditingkatkan, mengingat penambahan kasus hari ini sebanyak 21 orang,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota, Selasa (7/7/2020).

Adapun 21 penambahan kasus positif Covid-19 yakni yang pertama berasal Kelurahan Ubung dua orang laki-laki usia 25 tahun dan seorang perempuan usia 47 tahun.

Asal Desa Pemecutan Kaja dua orang laki-laki usia 27 dan 51 tahun serta seorang perempuan usia 26 tahun.

Berasal dari Desa Peguyangan Kangin seorang laki-laki usia 64 tahun.

Asal Desa Peguyangan Kaja dua orang laki-laki usia 33 dan 51 tahun.

Kelurahan Padangsambian dua orang laki-laki usia 28 dan 6 tahun serta seorang perempuan usia 33 tahun.

Kelurahan Sesetan seorang laki-laki usia 47 tahun.

Kelurahan Serangan seorang perempuan usia 25 tahun.

Selanjutnya Kelurahan Peguyangan seorang laki-laki usia 51 tahun.

Kelurahan Sumerta seorang perempuan usia 28 tahun.

Desa Ubung Kaja seorag laki-laki usia 36 dan 21 tahun.

Kelurahan Pemecutan seorang perempuan usia 46 tahun.

Kemudian Desa Kesiman Petilan seorang perempuan usia 51 tahun.

Desa Tegal Harum seorang perempuan usia 18 tahun.

Desa Pemogan seorang laki-laki usia 39 tahun.

Sementara itu, untuk kasus pasien Covid-19 yang sembuh yakni asal Kelurahan Sesetan dua orang laki-laki usia 55 dan 18 tahun.

Asal Kelurahan Padangsambian empat orang laki-laki usia 24, 49, 58 dan 52 tahun serta empat orang perempuan usia 57, 51, 29, dan 33 tahun.

Asal Desa Sumerta Kelod seorang laki-laki usia 39 tahun.

Asal Desa Pemecutan Kaja seorang laki-laki usia 55 tahun.

Desa Dangin Puri Kaja seorang laki-laki usia 16 tahun.

Desa Tegal Kertha seorang laki-laki usia 14 tahun.

Desa Tegal Harum seorang laki-laki usia 36 tahun dan seorang perempuan usia 25 tahun.

Kelurahan Serangan seorang perempuan usia 28 tahun.

Desa Kesiman Petilan seorang perempuan usia 51 tahun.

Selanjutnya Kelurahan Dauh Puri seorang laki-laki usia 45 tahun dan seorang perempuan usia 29 tahun.

Desa Padangsambian Kelod seorang perempuan usia 21 tahun.

Desa Dauh Puri Kaja seorang laki-laki usia 17 tahun.

Desa Pemogan dua orang laki-laki usia 25 dan 50 tahun.

Kelurahan Sesetan seorang laki-laki usia 18 tahun.

Desa Padangsambian Kaja seorang perempuan usia 23 tahun.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan bahwa kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar masih terjadi.

Kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah mulai menunjukan peningkatan.

Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi, serta masyarakat yang mendapati adanya penduduk baru agar segera melapor ke Kadus, Kaling atau Perbekel Lurah, dan perbekel lurah diharapkan juga aktif memantau mobilitas penduduk di wilayahnya,” paparnya.

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas. Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini tersapat dua cara.

Yakni tracking masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 736 kasus positif. Rinciannya adalah 297 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 427 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan  Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking GTPP secara kumulatif sebanyak 2.105 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 601, sehingga tersisa 1.504 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 335 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 58 ODP.

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 133 kasus, namun 48 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 85 yang berstatus PDP.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of