Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengHari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Buleleng Ajak Masyarakat Partisipatif

Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Buleleng Ajak Masyarakat Partisipatif

BULELENG, balipuspanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat untuk sadar terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi di sekitarnya. Penyampaian tersebut sejalan dengan diperingatan Hari Kesiapsiagaan Bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng I Putu Ariadi Pribadi, pada Rabu (26/4/2023) menjelaskan, tepat setiap tanggal 26 April telah ditetapkan sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, karena tanggal tersebut bertepatan pada saat ditetapkannya Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Sehingga masyarakat wajib memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana. Hal itu sebagai pengingat diri bahwa wilayah Kabupaten Buleleng berpotensi tinggi terjadi bencana.

“Bagaimana kita melaksanakan kegiatan-kegiatan pengurangan risiko bencana, sehingga kita bisa siap dan selamat,” imbuh Ariadi.

Tema Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2023 yaitu “Siap Selamat, Tingkatkan Ketangguhan Desa, Kurangi Risiko Bencana” dimaknai oleh BPBD Buleleng sebagai momentum untuk meningkatkan dukungan pemerintah dalam mewujudkan desa tangguh bencana.

Kegiatan-kegiatan ketangguhan bencana meliputi latihan dan simulasi bencana pun digalakkan pelaksanaannya pada setiap desa di Kabupaten Buleleng. Materi latihan dirancang menyesuaikan dengan potensi bencana pada daerah masing-masing.

BACA :  Buka Turnamen Ceki Repuder Cup I, Sekda Adi Arnawa Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah

“Kita di Buleleng kan punya potensi bencana biologi, potensi bencana hidrometeorologi, dan potensi bencana geologi,” sebut Ariadi.

Tidak dipungkiri olehnya jumlah desa tangguh bencana di Kabupaten Buleleng masih sedikit. Dari 148 jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng, baru terdapat 5 desa tangguh bencana yaitu Gitgit, Lemukih, Pancasari, Galungan, dan Musi.

Banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk pembentukan desa tangguh bencana, meliputi peraturan desa terkait desa tangguh bencana, anggaran penanggulangan bencana, dan masyarakat relawan.

Oleh karena itu, Hari Kesiapsiagaan Bencana menjadi ajang untuk evaluasi terhadap ketangguhan desa menghadapi bencana. Untuk itu dibutuhkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga makin banyak desa tangguh bencana yang dapat dibentuk.

“Mohon dukungan bersama seluruh warga masyarakat, bagaimana kita bisa mendorong di Buleleng bisa membentuk desa tangguh bencana lebih banyak lagi sehingga bisa semakin mandiri dan tangguh dalam menghadapi bencana,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular