Harmonisasi Tuhan dan Alam, Iringan Wong Samar Warnai
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

TEGALLALANG, Balipuspanews.com – Iringan wong samar mengiringi Tradisi Ngerebeg di Duur Bingin, Desa/Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu (30/1).

“Prosesi ini diawali dengan megibung atau makan bersama di pelataran Pura, makan bersama ini disuguhkan untuk siapa saja yang ikut dalam tradisi yang datangnya setiap 6 bulan sekali,” kata Jro Mangku Duur Bingin, Pemangku Desa Pekraman Tegallalang.

Ia mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan atau harmonisasi antara Tuhan, akam dan lingkungan sekitar.

“Karena ikut dalam prosesi, jangan tuhan, sesama manusia, lingkungan dan butha kalapun kita suguhkan caru untuk menjaga harmonis lingkungan sesuai Tri Hita Karana
,” katanya.

Erick Challure, salah seorang wisataan Rusia ikut mendadani tubuhnya dengan cat warna hitam, keikutsertaannya menjadi pengalaman yang luar biasa.

“Saya sedang berlibur di bali, dan pertama kali kesini dapat ikut dalam tradisi ini menjadi kebanggaan saya yang sangat luar biasa ,” ucapnya.

Sementara itu, tradisi ini dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi seluruh Desa Pekraman Tegallalang dengan mengambil start di Pura Duur Bingin dan finish ditempat yang sama.

Seperti diketahui sudah menjadi tradisi 1 bulan setelah hari Raya Galungan diselenggarakan tradisi ini, tradisi dengan iringan manusia menyeramkan ini disuguhkan makan bersama. (art/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...