Jumat, Juni 14, 2024
BerandaKarangasemHasil Verivali Data Kemenko PMK, Kemiskinan Ekstrim di Karangasem Turun 6.534 KK

Hasil Verivali Data Kemenko PMK, Kemiskinan Ekstrim di Karangasem Turun 6.534 KK

KARANGASEM, balipuspanews.com – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Karangasem telah melakukan verifikasi dan validasi (verivali) data awal yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK terkait jumlah Kemiskinan Ektrim di Karangasem.

Kepala Bappelitbangda Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa mengatakan, dari data awal yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK, di Bumi Lahar terdapat 34.683 KK terbagi menjadi 3 Desil (data statistik kelompok per-sepuluhan yang menunjukkan tingkat kesejahteraan Rumah Tangga), yaitu Desil 1 sebanyak 7.130 KK.

Desil 2 sebanyak 12.367 KK dan Desil 3 sebanyak 15.186 KK yang masuk kedalam Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Data tersebut kemudian wajib untuk di Verivali kembali oleh Desa dan Kelurahan. Dari hasil verivali tingkat Desa ini ternyata terdapat perubahan data, dimana dari data awal yang dikeluarkan Kemenko PMK sebanyak 34.683 KK Kemiskinan Ekstrim menciut menjadi 28.149 KK atau berkurang sebanyak 6.534 KK.

“Data yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK ini wajib kita verivali di tingkat Desa/Kelurahan. Setelah selesai, data ini di SK kan oleh Kepala Desa, kemudian kembali dicermati oleh Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah,” ujar Sutirtayasa saat ditemui baru-baru ini.

BACA :  Polisi Ringkus Turis Pakistan Tipu Restoran Melalui Order Makanan Online

Dari data yang dihasilkan setelah proses verivali ditingkat Desa dan Kelurahan tersebut, kemudian data itu kembali dicermati oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang kemudian dilakukan pengelompokan baru yaitu Desil 1 sebanyak 6.339 KK. Desil 2 sebanyak 10.136 KK dan Desil 3 sebanyak 11.680 KK.

Menurut Sutirtayasa, khusus untuk Kemiskinan Ekstrim yang masuk ke dalam klasifikasi Desil 1 memerlukan penanganan khusus. Karena mereka yang ada di Desil 1 terdiri dari Lansia hingga penyandang disabilitas, sehingga harus diberikan bantuan langsung baik itu berupa sembako maupun bantuan langsung tunai (BLT).

“Tanpa megesampingkan Desil 2 dan 3. Desil 1 ini memang memerlukan penanganan khusus, karena kita tidak mungkin memberikan mereka pekerjaan, kondisinya memang benar-benar ekstrim, sehingga perlu bantuan langsung seperti pemberian sembako, alat bantu atau bantuan tunai non pangan,” terang Sutirtayasa.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular