Hasil Visum Belum Keluar, Polisi Masih Terus Dalami Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Ilustrasi
Ilustrasi

 

BULELENG, balipuspanews.com – Proses penyelidikan terhadap dugaan pencabulan anak dibawah umur berinisial KMW (14) kini ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng, korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) diduga mengalami pencabulan yang dilakukan oleh sejumlah pria yang didominasi masih remaja ini, mengalami sedikit kendala.

Korban yang masih kesulitan untuk dimintai keterangan itu, diduga mengalami trauma yang cukup berat akibat perbuatan membabi buta yang menimpa sebelumnya.

Berita sebelumnya, seorang gadis masih dibawah umur berinisial KMW (14) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh sejumlah pria yang dewasa sampai dibawah umur secara bergiliran di beberapa tempat berbeda. Korban KMW yang masih duduk di bangku SMP menjadi korban pencabulan, saat dikabarkan hilang beberapa hari oleh pihak keluarganya.

Dari informasi, awalnya hanya diketahui korban sempat dicabuli oleh empat pria secara bergiliran ketika saat korban dikabarkan hilang. Akan tetapi pengakuan mengejutkan datang, kemudian terungkap bahwa diduga gadis yang masih polos itu telah dicabuli lebih dari 10 pria secara bergiliran di beberapa lokasi yang berbeda-beda.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengungkapkan penanganan kasus dugaan pencabulan yang menimpa korban KMW ketika dikabarkan hilang beberapa hari oleh keluarganya menjadi atensi khusus baginya. Hanya saja diakui masih terkendala korban belum bisa dimintai keterangan, sebab korban diduga masih merasakan trauma akibat kejadian yang menimpanya.

“Korban masih trauma, sekarang masih didampingi psikiater. Jadi sampai saat ini, sulit korban untuk dimintai keterangan dalam proses penyelidikan kasus ini. Tapi tetap kami atensi, dan proses akan jalan terus,” sebutnya, Kamis (22/10/2020).

Bahkan untuk penyelidikan ada beberapa tempat diduga sebagai lokasi kejadian yakni TKP pertama di Kelurahan Penarungan diduga dilakukan 6 orang dan TKP kedua hingga kelima terjadi di Desa Alasangker dengan waktu dan tempat berbeda termasuk orang berbeda.

Akan tetapi pihak kepolisian tidak ingin proses penyelidikan kasus tersebut hanya berdasarkan asumsi atau dugaan. Sehingga diperlukan bukti kuat, terutama keterangan dari korban yang dikaitkan dengan keterangan saksi-saksi lainnya, sehingga para pelaku aksi bejat tersebut bisa segera terungkap dan diproses hukum.

“Kami tidak bisa menduga dan belum kami pastikan informasi yang beredar, karena korban belum bisa dimintai keterangan. Kalau soal menduga-menduga sih boleh saja, tapi tetap ada proses penyelidikan,” terangnya

Sejauh ini, penanganan terhadap kasus ini dikatakan baru tahap pemeriksaan saksi terutama dari pihak keluarga korban yakni orangtua KMW. Sementara hasil visum yang dilakukan terhadap korban sampai berita ini ditulis diakuinya belum keluar.

“Jadi kendala ada di korban (sulit untuk dimintai keterangan). Kalau hasil visum belum keluar,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, urai AKP Vicky, polisi mengamankan barang bukti berupa baju korban saat kejadian keji tersebut. Sementara untuk bukti dan hal lainnya masih menunggu hasil konseling yang dilakukan ke korban oleh psikiater.

“Kami masih menunggu hasil konseling dari psikiater seperti apa, setelah itu baru kami tindaklanjuti dengan BAP sehingga bisa kami ekspose,” singkatnya.

Sementara itu ditegaskan bahwa kasus ini masih mendalami dugaan ada tindakan kekerasan fisik terhadap KMW dilakukan oleh para terduga pelaku pencabulan. Mengingat, TKP lebih dari 1 lokasi dan terduga pelaku diduga berjumlah lebih dari 5 orang. Pihaknya berharap korban bisa segera pulih agar bisa memberikan keterangan lebih jelas serta lengkap supaya kasus cepat diungkap.

“Kemungkinanan dugaan kekerasan pasti ada. Ini kalau dilihat di satu TKP saja yang melakukan ada lebih 4 orang, TKP lain ada 2 orang, dan ada lagi. Ini masih kami dalami. Sekarang kami berharap, korban bisa segera pulih dan bisa kami mintai keterangan, agar kasus ini terungkap dengan tuntas,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka