Hawk Akademi Tebar Virus Enterpreuner kepada Inkubator

Kelas Pelatihan Hawk kepada Start-up
Kelas Pelatihan Hawk kepada Start-up

UBUD, balipuspanews.com – Saat pandemi ini Starup menjadi bantalan untuk membangkitkan roda perekonomian di Palau Dewata, dimana sebelumnya, Bali hanya bergantung pada sektor Pariwisata. Menggerakkan Startup di Bali, Hawk hadir untuk menebarkan virus-virus enterpreuner untuk mencetak inkubator yang mampu bertahan dan menangkap peluang peluang bisnis yang bertahan dalam jangka panjang.

Kegiatan dibalut dalam Startup Weekend dnegan tema “Surf or Drown” mengadakan dari konsep Hawk Leadership Camp 1.0. diikuti oleh belasan para Starup yang berlangsung di Green Bird, Ubud, Minggu (16/1/2022)

Founder Hawk Akademi dan Enteprose Resourse Planning (ERP) , Prof. Eko Yulianto, mengatakan, tujuannya dari kegiatan ini tiada lain untuk membangkitkan perekonomian dengan memberi faslitas kepada para inkubator, Hawk memfasilitasi sebagai bapak angkat para inkubator.

“Kami berkumpul para pembisnis lokal Bali untuk para inkubator. Tujuan memberikan pelajaran melalui sebuah pelatihan atau cara membuat sebuah bisnis jangka panjang atau berkelanjutan,” ujarnya.

Yulianto menambahkan, selama ini, banyak para Starup hanya ingin mendapat uang dengan cara cepat. Namun, tidak memikirkan kelanjutan usahanya jangka panjang. Berbeda dengan pandangan Hawk, hadir untuk memberikan sebuah gambaran pemikiran tiga hingga tahun ke depan terkait Starup tersebut masih ada atau tidak.

Hawk hadir membangun wacana dan memikiran jangka panjang, tanpa harus khawatir dengan kompetitor. Hawk memberikan kepastian melalui pendampingan terhadap inkubator agar bisa bertahan secara berkelanjutan.

“Kami yakin dapat memberikan itu, melihat sepak terjang atau jam terbang mentor yang memiliki background pembisnis yang berpengalaman dan berasal dari berbagai bisnis,” tegasnya.

Bermodalkan hal tersebut, tentu menjadi opsi dan gambar nyata bagaimana memulai, membangun, dan mengelola bisnis atau Startup agar mampu bertahan secara berkelanjutan.

Sementara, Aji Jaens Saputra selaku CEO Hawk Akademi, menambahkan, Hawk hadir untuk membantu start-up. Ada tiga hal penting yang diperhatikan Hawk dalam memberikan dan membangun jiwa Startup di Bali yaitu leadership, sistem, dan keuangan.

Dia mencontohkan, ada peserta Startup yang menarik perhatian, dimana Startup tersebut memiliki misi untuk menyelamatkan lingkungan dan adanya sisi kemanusiaan. Disamping hasil pengolahan sampah digunakan kaki palsu untuk disabilitas.

Tidak hanya itu, mereka membuat juga membuat kaki palsu untuk disumbangkan. Hasil lainnya juga memproduksi barang lain.

“Kita sangat dibutuhkan untuk mengenalkan market yang lebih luas terhadap unit dari Yayasan tersebut,” sebutnya.

Sementara Ketua Yayasan sekaligus Owner Karfa yang menjadi peserta Hawk Akademi, I Made Aditya Stana, menyebut Yayasan Kaki Kita yang memiliki unit usaha Karfa sekarang berfokus bergerak pada tiga hal sosial diantaranya: merawat luka diabetes, membuat kaki palsu untuk pasien tidak mampu dan pemberdayaan disabilitas.

Untuk menjalankan roda yayasan dan misi kemanusiaan ini, pihaknya mendirikan unit usaha yang bernama Karfa yang sedang fokus pada pengolahan sampah plastik.

Aditya menuturkan, motivasi mendirikan Yayasan ini ingin memberi ruang kepada disabilitas agar produktif dengan menyiapkan lapangan kerja dan model pekerjaan yang dapat dilakoni. Untuk kinerja dan hasil, tentu tidak kalah dengan pekerja pada umumnya.

Dari pelatihan ini, pihaknya berharap, ini menjadi awal bermimpi untuk melahirkan sesuatu yang besar untuk memikirkan lingkungan dan disabilitas yang harus diberdayakan.

“Kami bersyukur dilibatkan dalam kegiatan seperti ini oleh Inkubator Bisnis Unhi, yang bermanfaat membuka dan pengembangan mainset kami untuk mengelola Startup,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version