Sepeda motor korban I Made Puspawan (36) yang terlibat kecelakaan di Jalan Kutri, Singapadu, Gianyar, Senin (13/1/2020).

GIANYAR, Balipuspanwes.com – Berangkat dari rumahnya di Kintamani, Bangli dengan mengendarai sepedamotor dinas, I Made Puspawan (36) sempat  antar anak sekolah lanjut bergegas ke Kantor Dishub Kodya Denpasar. Namun naas, bermaksud tepat waktu hingga di Kantor, warga asal Banjar Kerta Budi, Desa Batur Selat, Kintamani, Bangli ini justru meregang nyawa di Jalan Raya Kutri, Singapadu, Sukawati dan dinyatakan sudah tidak bernyawa dengan cidera kepala berat di RSU Ganesha, Celuk, Sukawati, Senin (13/1/2020) pagi.

Mendapati informasi kecelakaan di media sosial, suasana duka pun menyelimuti   jajaran pejabat dan staf Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, bersama anggotanya, pun langsung mendatangi RSU Ganesha untuk memastikan korban kecelakaan itu adalah anggotanya.  Menyusul itu sejumlah nggot keluarganya berdatangan dan terlihat shock berat. “ say mendapt informasi keelakan ini drai Facebook, karean KTPnya juga dishare dengan jelas, makanya kami datang langsung untuk mengecek ke RSU Ganesha,” ungkap salah satua rekan kerja korban asal Denpasar.

Sebelum kecelakaan naas itu, disebutkan  korban asal datang dari arah Kintamani melalaui Payangan, Ubud menuju Denpasar. Diduga saat itu, korban yang dikenal ngantor tepat waktu itu mengendarai motornya dalam kecepatan tinggi. Hingga TKP  berusaha menyalip kendaraan lain. Namun lantaran di depannya terdapat tikungan pendek, korban lantas ngerim mendadak. Akibatnya, korban  terpelanting dari motonya sejauh tiga meter. Tak sampai di situ, korban kembali berbenturan dengan sepeda motor yang dikendarai I Made Putu Dirga Alit (44). “Saat kami tolog bersamwarga lainnya, kondisi  korban sudah terluka parah,” ujar Edi Purwanto salah seorang saksi.

Dari keterangan warga, korban mengalami pendarahan di bagian kepala. Bahkan menurut sejumlah saksi, helm yang dipakai oleh korban sampai pecah dan lepas dari kepala korban. Disebutkan pula, jika kawasan tersebut memang dikenal rawan kecelakaan. Kondisi tersebut karena terdapat tikungan pendekat, yang dari arah Ubud, jalannya terkesan lurus.

Saat ini, jasad korban sudah dijemput oleh pihak keluarganya. Dimana selama ini, korban diketahui tinggal di kawasan Sukawati. Lantaran masih dalam kondisi syok, pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan. Sementara Kasat Lantas Gianyar, AKP Laksmi Trisna Dewi, membenarkan kecelakaan ini dan kini masih melakukan olah TKP dan memintai keterangan  sejumlah orang saksi. “ Kami masih melakukan olah TKP  dan  mendalami keterangan saksi untuk mengetahui kronolohis musibah ini, “terannya singkat.(catur/bpn/tim).