Hendak Kabur Saat Mau Diamankan Polres Badung, Terduga Pelaku Curanmor di Dor

Diduga melakukan curanmor pelaku asal Buleleng terpaksa diberikan hadiah timah panas karena melarikan diri saat mau diamankan Polres Badung
Diduga melakukan curanmor pelaku asal Buleleng terpaksa diberikan hadiah timah panas karena melarikan diri saat mau diamankan Polres Badung

MANGUPURA, balipuspanews.com – Diduga melakukan pencurian sepeda motor (curanmor), GAS,39, asal Buleleng terpaksa diberikan hadiah timah panas karena melarikan diri saat mau diamankan Polres Badung.

Terduga GAS diamankan di tempat kosnya, jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Sabtu (06/02/2021) pukul 20.00 WITA.

Menurut Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Heselo, tersangka GAS kedapatan mencuri motor Honda Scoopy DK 3541 FAU.

Sepeda motor milik NDS,22, yang melaporkan kehilangan motor 20 November 2020 lalu saat parkir di depan Toko Asih Plastik 2 Jalan Tangkuban Perahu, Desa Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

“ Korban lupa mencabut kunci motor saat bekerja di toko tersebut,” ungkapnya, Senin (08/02/2021).

Setelah mengetahui motornya hilang, mahasiswi yang tinggal di Jalan Jempiring I, Lingkungan Negara Kelod, Desa  Sading, Mengwi, Badung melaporkanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Badung.

Dua bulan diburu, tepatnya pada Sabtu (06/02/2021), tersangka berhasil diringkus di rumah kosnya di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Renon, Denpasar Selatan. Namun karena saat ditangkap mencoba melawan dan kabur, anggota buser melumpuhkan kedua betisnya dengan timah panas.

“ Dia melawan saat ditangkap. Karena membahayakan anggota kami memberikan tindakan tegas terukur di betis kakinya,” ungkap perwira asal Wamena Papua Barat itu.

AKP Laorens mengatakan, tersangka merupakan residivis yang sudah sering keluar masuk di sejumlah Lapas di Bali. GAS pernah ditangkap Polres Badung tahun 2016 karena kasus pencurian sepeda motor. Kemudian kasus narkoba di Polres Gianyar tahun 2011.

Selain itu, ia juga pernah ditangkap Polsek Kuta Utara karena kasus pencurian sepeda motor tahun 2014. Di sana ia juga pernah kabur dari sel. Lanjut, keluar dari Lapas Buleleng (berlayar dari LP Kerobokan) karena kasus narkoba Juli 2020 dengan pembebasan bersyarat.

Setelah bebas dari penjara Juli 2020 ternyata tidak membuat pelaku tobat. Dia kumat, bahkan sudah melakukan pencurian sepeda motor di 12 lokasi. Sebanyak 9 lokasi wilayah hukum Polres Badung (semuanya di Kecamatan Kuta Utara) dan 3 lokasi di wilayah hukum Polresta Denpasar (semuanya di Kecamatan Denpasar Selatan).

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan