sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — I Wayan Suriawan alias Balon (41) harus kembali berurusan dengan polisi lantaran terciduk mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu di wilayah kota Singaraja. Pria yang beralamat di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng sebelumnya pernah di penjara selama satu tahun dengan kasus serupa. Balon berkilah, bisnis haram itu terpaksa  dijalani lantaran terlilit utang.

 

Dihadapan sejumlah awak media, Balon mengaku sempat ditahan pada 2018 lalu, lantaran mengonsumsi narkoba. Baru beberapa bulan menghirup udara bebas, pria yang dikaruniai satu orang anak ini kembali dijebloskan ke penjara lantaran menjual sabu-sabu.

 

“Keadaan keluarga, banyak utang. Karena kasus kemarin (sabu-sabu) jadi banyak utang sama rentenir,” ujar Balon di Mapolres Buleleng, Selasa (16/7).

Balon berhasil ditangkap pada Kamis (4/7) pukul 20.00 wita, saat tengah melintas di Kelurahan Banyuning, Buleleng. Saat dilakukan penggeledahan badan, ditemukan 16 paket sabu siap edar, dengan berat total 1.48 gram brutto. Atas temuan itu, Balon pun tak dapat berkutik. Balon mengaku mendapatkan belasan paket sabu itu dari seorang bandar, melalui sistem tempel di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Suparta menjelaskan, penangkapan terhadap Balon berhasil dilakukan setelah pihaknya berhasil menangkap dua pengguna sabu-sabu, bernama I Made Dwi Aiswata (25) dan rekannya Gede Yogi Kusuma (32). Keduanya ditangkap pada Kamis (4/7) sekira pukul 18.00 wita, saat hendak menggelar pesta sabu, dikediaman Dwi, jalan Pulau Selayar, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.

“Kami dapat informasi dari masyarakat, akan ada pesta sabu di kediaman Dwi. Kemudian kami grebek di rumahnya, lalu kami temukan satu paket sabu dengan berat 0.13 gram brutto,” jelas AKP Suparta.

Dwi dan Yogi mengaku sudah dua kali membeli sabu-sabu kepada tersangka Balon. Barang haram itu dibeli secara patungan, untuk dikonsumsi bersama-sama. Saat ditanya terkait alasan mengonsumsi narkoba, Dwi dan Yogi memilih enggan berkomentar, dan tidak menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan awak media.

Akibat perbuatannya, Dwi dan Yogi pun dijerat dengan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2019 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 Miliar. Sementara untuk tersangka Balon, dijerat dengan pasal 114 ayat (1) tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 10 Miliar.