Minggu, Juli 21, 2024
BerandaKarangasemHentikan Aktivitas Galian C Ilegal di Bebandem, Satpol PP Juga Bakalan Sidak...

Hentikan Aktivitas Galian C Ilegal di Bebandem, Satpol PP Juga Bakalan Sidak Galian C yang Berijin

Karangasem, balipuspanews.com – Satuan Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan sidak galian c ilegal alias tak berijin di Kabupaten Karangasem, Kamis (06/09/2018).

Kali ini, usai galian C ilegal di Desa Sebudi, Selat, Karangasem kini giliran sejumlah Galian C ilegal yang berada di wilayah Bebandem Karangasem menjadi target sidak.

Salah satunya Galian yang berada di Dusun Bukit Paon, Desa Bhuanagiri, Bebandem Karangasem. Petugas Satpol PP yang dipimpin oleh Kasatpol PP Prov. Bali, Made Sukadana didampingi Kabid Trantib, Dewa Darmadi dan Kasatpol PP Karangasem, Ketut Wage Saputra langsung menghimbau agar menghentikan aktivitas penambangan dan segera untuk mengurus ijinnya.

Sidak ini dilakukan sebagai tindak lantut dari Perda nomor 4 tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan, selain itu, ini juga sebagai tindak lanjut atas surat Bupati Karangasem untuk hentikan Galian C ilegal.

Menurut Sukadana, saat ini Kewenangan untuk pengeluaran ijinnya ada diprovinsi, hanya saja agar ijin itu bisa keluar diperlukan rekomendasi dari Bupati. Setelah rekomendasi itu keluar baru bisa diproses di Provinsi.

BACA :  Tak Kuat Nanjak,Truk Bermuatan Pasir Terjun ke Jurang

Meski demikian, Satpol PP juga tidak hanya menghentikan aktivitas Galian C ilegal saja, pihaknya juga akan melakukan sidak terhadap Galian C yang sudah berijin untuk melihat ijinnya apakah masih aktif dan sesuai dengan ketentuan.

” Saya tahu para pengusaha ini ingin urus ijin, tapi untuk sementara tolong dihentikan dulu, sambil menunggu rekomendasi intruksi Bupati atau perubahan Perda tataruang Kabupaten,” kata Sukadana.

Sementara itu, Kasat Pol PP Karangasem, I Ketut Wage Saputra dalam sidak tersebut berharap kepada pengusaha, karena ini negara hukum jadi kita harus mentaati hukum yang berlaku.

“Regulasinya akan beralih keprovinsi tentu syaratnya harus dipenuhi yang menuntut rekomendasi dari Bupati,” ujarnya.

Disisi lain, Selaku penanggungjawab galian tersebut, I Nyoman Pasek mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk ngurus ijin, hanya saja belum diterbitkan sampai saat ini. Ditanya soal alasan terkait kendala penerbitan ijin tersebut, menurut Pasek dikatakan alasannya lantaran antara Provinsi dan Kabupaten belum sinkrun. “Ketawa saya dengar alasan itu,” ujarnya.

Padahal pengajuan ijinnya aku Pasek, sudah dilakukan sejak lama sebelum Gunung Agung erupsi bahkan sampai saat ini berkas berkasnya masih ada disana.

BACA :  Hektaran Lahan Kebun Mente dan Mangga di Desa Tianyar Tengah Hangus Terbakar

“Kita sportif, setelah dapat surat kami langsung hentikan aktivitas galian,” ujar Pasek.

Di galian tersebut, menurut Pasek ada sekitar 450 orang yang bergantung hidup, terutama ibu – ibu meski hanya kerja ngosek, namun bisa untuk memenuhi kebutuhannya sehari untuk kebutuhan makan dan bekal sekolah anak sehari hari. Jika ini dihentikan tentu harus ada juga keadilan bagi mereka yang kehilangan pencaharian.

Bahkan, dirinya juga mengajak siapapun dan kapan saja untuk buktikan bersama, selain ngosek disini apa saja penghasilan ibu ibu tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku mendengar desas desus bahawa ada perusahaan berijin tapi tidak bayar pajak, hanya saja untuk kepastiannya masih perlu ditelusuri. ( igs)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular