Hindari Ancaman Sampradaya Asing, IB Putu Dunia: Mahasabha Luar Biasa Sesuai Anggaran Dasar PHDI

Ida Bagus Putu Dunia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Bali pada 18-19 September 2021 saat memberikan pernyataan resmi PHDI 2021-2026 hasil MLB yang berlangsung secara virtual pukul 20.00 WITA, Selasa (21/9/2021) malam. (Foto: balipuspanews.com)
Ida Bagus Putu Dunia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Bali pada 18-19 September 2021 saat memberikan pernyataan resmi PHDI 2021-2026 hasil MLB yang berlangsung secara virtual pukul 20.00 WITA, Selasa (21/9/2021) malam. (Foto: balipuspanews.com)

JAKARTA, balipuspanews.com – Ida Bagus Putu Dunia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) memastikan pelaksanaan Mahasabha Luar Biasa yang telah dilaksanakan di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Bali pada 18-19 September 2021 dilaksanakan secara sah dan legitimate berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar PHDI.

Penegasan disampaikan I Gusti Putu Dunia dalam pernyataan resmi Parisada Hindu Dharma Indonesia Periode 2021-2026 Hasil MLB yang berlangsung secara virtual pukul 20.00 WITA, Selasa (21/9/2021) malam.

Selain Putu Dunia, konferensi pers virtual juga dihadiri Sekjen PHDI Hasil MLB, I Komang Priambada, beserta seluruh peserta mahasabha dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam pernyataannya, Putu Dunia mengatakan MLB yang berjalan dengan tertib, kondusif dan saling asah, asih asuh dilakukan dalam rangka penyelamatan umat Hindu dari ancaman sampradaya asing.

“Ancaman sampradaya asing, telah membawa kita pada satu pilihan terbaik untuk memurnikan PHDI yaitu Mahasabha Luar Biasa dan menghasilkan kepengurus sesuai dengan kehendak mayoritas umat Hindu Dharma di Indonesia,” ucap Putu Dunia.

Berkaitan dengan itu, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ini mengatakan Pimpinan PHDI periode 2021-2026 Hasil MLB mengimbau kepada Umat Hindu di seluruh Indonesia mengajak kembali bersatu, tetap pada tujuan utama yaitu memurnikan PHDI dan menghilangkan sampradaya asing dari Hindu Dresta Nusantara.

“Yang saat ini dikotori oleh keyakinan-keyakinan dari aliran sampradaya Hare Krishna/ISKCON, Sai Baba dan lain-lain yang secara praktis sangat berbeda dengan keyakinan yang kita jalankan dan amalkan selama ini dalam kehidupan sehari-hari,” terang Putu Dunia.

Lebih jauh, Purnawirawan Marsekal TNI ini menjelaskan dampak psikologis yang dialami dalam 2 tahun terakhir ini atas gerakan dari sampradaya terutama Hare Krishna/ISKCON adalah adanya “Grand Design 50 Tahun Hare Krishna” yang hendak menguasai Bali yang menjadi pusat Umat Hindu Dharma Indonesia.

“Karena 80% jumlah umat Hindu Dharma ada di Provinsi Bali dan telah kita bongkar serta ketahui bersama tujuan mereka,” imbuh Putu Dunia.

Gerakan mereka ini, sambung Putu Dunia merupakan ancaman ideologi transnasional dengan gerakan-gerakan kontroversial yang dilakukan Hare Krishna dan organisasi ISKCON di Bali. Hal ini membuat pihaknya semakin jelas dan terang benderang mengetahui bahwa gerakan Hare Krishna adalah misionaris yang sudah banyak mengkonversi umat Hindu menjadi pengikutnya.

“Namun umat Hindu yang sudah menjadi pengikut aliran ini tidak sadar, karena dialiri dengan sumber pendanaan yang sangat besar dan telah pula menguasai serta mencengkeram kepengurusan PHDI Pusat saat ini,” ungkap dia.

Padahal, menurut Putu Dunia, Hare Krishna adalah ajaran yang telah jelas-jelas dilarang negara dengan Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor: 107/JA/5/1984 tanggal 8 Mei 1984. Status quo inilah yang ingin mereka pertahankan.

Sah dan Legitimate

Berkaitan dengan penyelenggaraan MLB PHDI, Putu Dunia menegaskan bahwa hasil MLB sah dan legitimate. Secara de facto, menurutnya Hasil MLB di Wantilan Pura Samuan Tiga pada tanggal 18-19 September 2021, secara yuridis formal telah diatur dalam ketentuan Anggaran Dasar (AD) PHDI.

“Dalam Pasal 30 ayat (4) dinyatakan: Dalam keadaan mendesak dan demi keutuhan Parisada, dapat diadakan Mahasabha Luar Biasa atas usul sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi yang ada,” ujarnya.

Begitu juga dalam AD PHDI yang terdaftar sebagai Ormas Perkumpulan Keagamaan Pasal 28 ayat (4) juga telah dinyatakan: “Dalam keadaan mendesak dan demi keutuhan Parisada, dapat diadakan Mahasabha Luar Biasa atas usul sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi yang ada.

Selain itu, Kepengurusan PHDI hasil MLB telah mendapat dukungan sepenuhnya dari Majelis Desa Adat (MDA) Bali, yang merupakan representasi 80% umat Hindu di nusantara.

Untuk itu, Gedung MDA Bali, Jl. Cok Agung Tresna No.67, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80234 akan menjadi awal mula langkah strategis pihaknya dimana akan menjadi kantor PHDI.

“PHDI Pusat akan berkantor di Bali yaitu di gedung MDA Bali serta juga di Jakarta. Dan ini adalah sebagai jawaban atas harapan seluruh masyarakat Bali agar PHDI berkantor di Bali, untuk tetap terjaga kemurnian PHDI dari rongrongan sampradaya asing apapun dimasa mendatang,” tegas Putu Dunia.

Hal lain, yang juga mendapat perhatian PHDI hasil MLB adalah pembentukan Bidang Pengadaan dan Evaluasi Buku Hindu yang sudah siap saat ini menerbitkan Buku Upadeca Nusantara, dimana ajaran-ajaran berkearifan lokal diangkat dan diajarkan disekolah-sekolah baik formal maupun non formal.

Hal ini akan diikuti evaluasi atas buku-buku Agama Hindu lainnya dan akan menarik buku-buku yang tidak sesuai dengan dresta Hindu nusantara dan memastikan buku-buku Hindu harus dinyatakan lulus oleh PHDI Pusat sebelum berdar di masyarakat.

“Ini adalah langkah penyelamatan generasi muda Hindu dimasa mendatang dan penguatan SDM Hindu secara keseluruhan,” ujarnya.

Lebih jauh berkaitan dengan belum diumumkannya Organ Sabha Pandita dalam Mahasabha Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 18-19 September 2021, Putu Dunia mengatakan karena para peserta MLB berpandangan, bahwa peserta MLB sangat menjunjung tinggi etika, untuk tidak menempatkan para Pandita dalam posisi ikut serta dalam kegiatan MLB.

“Kami anggap baratayudha dalam menegakkan dharma. Peserta dan pimpinan Sidang Mahasabha Luar Biasa telah membuat keputusan bahwa dalam menyusun kepengurusan Sabha Pandita diserahkan sepenuhnya kepada para sulinggih yang tergabung dalam pasemetonan yang menyungsung pedharman di Pura Besakih dan pasemetonan dresta Hindu lainnya di Nusantara,” imbuh Putu Dunia.

Dan hasil yang akan disampaikan nanti menjadi bagian tak terpisahkan dalam Keputusan Mahasabha Luar Biasa yang sudah kita laksanakan. Kami yakin dalam waktu singkat kepengurusan Sabha Pandita Masa Bhakti 2021-2026 segera akan kami umumkan.

Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, pihaknya mengajak kepada para Ketua PHDI Provinsi, Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia, mari kita bersatu padu, lahir dan batin, untuk memurnikan PHDI dari pengaruh buruk dan konversi keyakinan yang dilakukan oleh aliran sampradaya.

“Dan selalu saling asah, asih asuh, saling menasehati, saling memaafkan kesalahan, tan ana wong swasti anulus – tidak ada manusia yang sempurna, tapi yang paling sempurna adalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para leluhur kawitan sinamian,” tutup Putu Dunia.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan