Keterangan foto: Ketua PHDI Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM
Keterangan foto: Ketua PHDI Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM

TABANAN, balipuspanews.com – Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tabanan sangat prihatin melihat kondisi akhir-akhir ini akibat mewabahnya virus Corona atau Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Ketua PHDI Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM., Selasa (31/3).

Dihubungi via telepon selulernya, kepada awak media ini Tontra merasa sedih melihat dampak dari mewabahnya virus corona. Menurutnya, virus ini telah mengakibatkan berhentinya sementara berbagai rutinitas di masyarakat.

“Dunia pendidikan menjadi terganggu. Ekonomi juga demikian. Semoga wabah ini segera pergi dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal,” ungkapnya.

Sebagai pimpinan lembaga umat, Tontra juga mengaku prihatin karena umat yang ingin melakukan suatu yadnya misalnya ngaben, harus mentaati himbauan PHDI dan pemerintah. Misalnya himbauan tentang dibatasinya jumlah orang yang hadir.

“Sebagai lembaga umat, kami juga sudah meneruskan berbagai himbauan dari pemerintah, baik himbauan dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Bali. Salah satu himbauan itu adalah menghindari kegiatan yang menyebabkan terjadinya kerumunan,” sebutnya.

Secara khusus lanjutnya, PHDI Tabanan menghimbau seluruh umat Hindu di Tabanan menggelar ritual untuk menghindari dampak buruk virus corona.

Adapun ritual yang dimaksudkannya adalah dengan nyejeran daksina pejati di kemulan masing-masing. Sedangkan segehannya berupa segehan putih kuning meulam bawang jahe.

“Nyejeran daksina pejati ini bisa dimulai dari hari ini,” jelasnya.

Selanjutnya imbuh Tontra, setiap keliwon dilakukan wangi penganyar. Yakni berupa soda ataupun sekedar canang sari.

Lebih jauh lagi Tontra mengatakan, dalam tingkatan yang lebih besar dalam menghadapi wabah virus corona ini perlu dilakukan yadnya pecaruan. Sebaiknya, yadnya pacaruan ini digelar di setra.

“Jenis pecaruan dan kapan dewasa ayu untuk digelar masih saya kaji. Selanjutnya saya akan rundingkan dengan para tokoh dan instansi terkait,” tutupnya. (BPN/ rah)