Ketua PHDI, I Gusti Ngurah Sudiana
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Viralnya wisatawan asing  yang dinilai melecehkan air petirtan di salah satu kawasan suci di wilayah Ubud, Gianyar membuat Parisada Hindu Dharma Indonesia Bali ( PHDI) angkat bicara. Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs I Gusti Ngurah Sudiana, Msi sangat menyayangkan kejadian yang sedang menjadi perhatian banyak kalangan itu.

” Kita meminta setiap pengelola pura atau tempat wisata yang berada di areal yang disucikan agar berhati- hati dan memantapkan pengelolaan supaya  kejadian wisatawan yang melecehkan tempat suci tidak terus terulang,” ujar Sudiana kepada Balipuspanews.com, Senin ( 12/8/2019).

Profesor yang juga rektor IHDN Denpasar itu menegaskan, kejadian seperti wistawan naik ke tempat suci hingga perbuatan tidak senonoh di areal pura sudah cukup memberikan pelajaran bagaimana pengelola pura untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan.

” Hendaknya wisatawan sebelum ke areal yang disucikan diberikan penjelasan oleh pengelola dan guide yang menemaninya. Kita tidak bisa menyalahkan tamu karena mungkin mereka tidak paham,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah Pemprov Bali yang sedang merancang peraturan daerah ( Perda) tentang perlindungan pura. Nantinya, jika Perda tersebut diberlakukan, tidak ada lagi turis yang masuk ke areal utama mandala dan madya mandala.

PHDI juga meminta kepada desa adat untuk mencantumkan kawasan suci dalam awig- awig yang harus dijaga kesuciannya.

” Bisa saja diperbanyak pemasangan tanda larangan masuk di tempat yang disakralkan. Jika sampai pelecehan terulang, PHDI akan turun tangan. Untuk itu, pihaknya berharap desa adat bisa memperketat pengawasan terhadap kawasan sakral  yang disucikan umat Hindu,” sebutnya.

Selain kasus pelecehan kawasan suci, PHDI Bali juga menyorot munculnya video provokatif yang mendiskreditkan pulau Bali. Dalam video tersebut, nampak salah satu tokoh agama non Hindu mengatakan Bali pasti hancur dan akan  ditenggelamkan Tuhan. Bali juga disebutkan sebagai pulau maksiat. Tokoh agama tersebut menyarankan agar orang Bali melakukan tobat secara massal.

” Itu sifatnya provokatif. Jangan disikapi secara emosional agar tidak semakin berkembang,” kata Sudiana.

Untuk itu, pihaknya mendesak Pemprov Bali mengambil langkah hukum jika ada oang yang melecehkan pulau Bali. Seperti diketahui, video tokoh agama non Hindu tersebut sedang viral di Bali karena berisi ujaran yang dianggap melecehkan dan mendahului kehendak Tuhan. Video tersebut dibagikan diberbagai media sosial dan sangat meresahkan orang Bali. ( bas)