Hindari Penyebaran Covid-19 Saat Libur Nataru, Disparda Bali Himbau Tetap Perhatikan Prokes 3 M

Putu Astawa (kiri) Kadisparda Bali
Putu Astawa (kiri) Kadisparda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com – Pulau Dewata Bali diprediksi akan dikunjungi ribuan wisatawan domestik (Wisdom) saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2021 mendatang.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, penerapan protokol kesehatan (prokes) diharapkan disiplin diterapkan untuk menghindari penularan Covid -19. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Disparda) Provinsi Bali Putu Astawa, Rabu (2/12/2020).

Menurut Astawa, saat libur Nataru sekitar 10 ribu Wisdom perhari diperkirakan akan mengunjungi berbagai obyek wisata di Bali.

Kepada balipuspanews.com, Astawa mengaku optimis terhadap proyeksi kunjungan wisdom pada Nataru nanti mengingat pada libur panjang Maulid Nabi sebelumnya terjadi lonjakan tinggi Wisdom ke Pulau Dewata Bali.

“Dulu sejak Bali mulai dibuka pada bulan Juli awalnya hanya sekitar 9 ratus kunjungan per hari, namun terus berangsur naik menjadi 2 ribu, dan kemarin pas libur Maulid Nabi mencapai 6 ribu kunjungan. Apalagi nanti kami prediksi diatas 10 ribu akan berlibur ke Bali,” ungkapnya optimis.

Astawa menambahkan, proyeksi kunjungan Wisdom ke Bali akan ada pergerakan mulai tanggal 24 Desember hingga pada awal tahun awal tahun 2021.

Pihaknya juga menyarankan agar tidak terjadi kerumunan dan penyebaran Covid-19, agar Wisdom menikmati liburan pada obyek ang memiliki kapasitas luas atau terbuka agar wisatawan aman dan nyaman.

“Kami sarankan agar mengunjugi obyek yang luas agar tidak terjadi kerumunan seperti Pantai Pandawa, Tanah Lot, Bedugul Danau Beratan, dan obyek lainnya, kita punya obyek yang banyak,” imbuhnya menambahkan.

Upaya ini dilakukan, masih kata Astawa, mengingat pentingnya faktor kesehatan dan ekonomi harus berjalan dan diperhatikan mengingat situasi masih dalam pandemi.

Untuk mencegah penyebaran Covid dan tidak terjadi peningkatan akibat libur panjang, mantan Kadis Periindustrian dan Perdaganagn Provinsi Bali ini menekankan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan taat seperti wajib menggunakan masker, mencuci tangan pada air mengalir, dan menjaga jarak (3M).

Dalam mewujudkan tersebut tentu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tentu perlu kesadaran masyarakat dan pentingnya kolaborasi secara berjenjang, untuk memberikan edukasi mulai dari sosialisasi penerapan prokes bisa dilakukan secara disiplin.

“Ada kendala sedikit, kerumunan ini harus diingatkan. Maka harus ada satgas mengingatkan di lapangan, kami harap satgas Covid-19 pada obyek wisata diperketat dan upaya lain dengan melibatkan TNI/Polri dan satgas gotong royong,” pungkasnya.

Astawa menegaskan, mengingat belum ditemukannya vaksin Covid-19, satu-satunya upaya dalam memutus mata rantai penyebaran hanya dengan jalan penerapan prokes secara disiplin.

PENULIS : Tim Liputan Covid

EDITOR : Oka Suryawan