Hingga Pertengahan November Tercatat 35 Desa Di Buleleng Realisasikan BLT-DD Tahap III

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpena
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpena

BULELENG, balipuspanews.com – Sejumlah desa di Kabupaten Buleleng masih belum bisa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), dari catatan yang di pegang Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng sampai pertengahan November (17/11/2020) baru 35 desa dari 129 desa yang sudah merealisasikan BLT-DD tahap III kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpena memaparkan bahwa untuk Bulan April, Mei, Juni jumlah desa yang bisa menyalurkan BLT-DD ada 126 desa. Dengan demikian hampir seluruh desa bisa mencairkan BLT-DD.

Kemudian untuk bulan Juli 2020 hanya ada 118 desa yang bisa mencairkan sementara 11 desa lagi terkendala tidak cukupnya dana diakibatkan ada pengalihan dana untuk hal urgen.

Sementara untuk bulan Agustus hanya 117 desa, bulan September ada 115 desa, Dan untuk Oktober, November, Desember pihaknya belum mengetahui berapa total yang akan bisa menyalurkan, akan tetapi hingga pertengahan November sudah ada laporan 35 Desa sudah menyalurkan BLT-DD.

“Nah ini dari seluruh desa baru 35 yang melaporkan ke kita, sebelumnya malah yang menyalurkan BLT-DD itu berkurang lagi karena kan masih ada yang musdes sampai sekarang, dan kemungkinan anggaran sudah tidak mencukupi,” jelasnya.

Untuk diketahui, realisasi BLT-DD tahap ketiga ini sesuai Peraturan Menteri Desa (Permendes) RI No. 14 tahun 2020. Dalam Permendes tersebut, masing-masing desa diharuskan merealisasikan kembali BLT-DD kepada KPM di setiap desa.

Sekedar informasi pencairan BLT-DD tahap pertama sudah dilakukan pada bulan April, Mei, dan Juni tahun 2020. Total realisasinya yakni sebesar Rp. 35.962.800.000, dengan besaran masing-masing KPM telah menerima sebesar Rp. 600 ribu.

Berikutnya pencairan BLT-DD tahap kedua dan ketiga masing-masing KPM menerima sebesar Rp. 300 ribu. Total realisasi anggarannya yakni sebesar Rp. 15.723.400.000 untuk pencairan di bulan Juli, Agustus, dan September tahun 2020 lalu.

Diakuinya, banyaknya desa yang belum bisa menyalurkan BLT-DD tahap ketiga karena anggaran di Dana Desa yang terbatas. Setiap bulannya jumlah desa yang siap menyalurkan dana BLT-DD mengalami penurunan, terutama saat memasuki tahap II. Sedangkan pada tahap I hampir seluruh desa di Buleleng sebanyak 129 desa tersebar di 9 Kecamatan yang ada merealisasikan penyaluran BLT-DD.

“Sampai dengan 17 november proses penyaluran BLD DD kemarin itu ada dana tersalurkan Rp. 53.020.500.000 sebesar itu yang sudah disalurkan,” ungkapnya.

Sampai berita ini diturunkan pihaknya masih mengatakan tidak tertutup kemungkinan kedepan ada beberapa desa yang siap untuk menyalurkan BLT-DD sesuai dengan kemampuan keuangan desa. Sebab, proses ini masih berjalan hingga bulan Desember.

“Nah nanti baru bisa diketahui, berapa jumlah KPM dan desa yang bisa menyalurkan bantuan. Ini masih terus berjalan hingga Desember akhir,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan