Pasar rakyat dan pasar tradisional dibawah naungan Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar tetap beroperasi seperti biasa dan baru akan ditutup pada saat Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1942 mendatang. Pemkot juga telah lakukan langkah pencegahan COVID19 di pasar rakyat dan pasar tradisional. 
Pasar rakyat dan pasar tradisional dibawah naungan Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar tetap beroperasi seperti biasa dan baru akan ditutup pada saat Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1942 mendatang. Pemkot juga telah lakukan langkah pencegahan COVID19 di pasar rakyat dan pasar tradisional. 
DENPASAR, balipuspanews.com- Pasca beredarnya isu bakal ditutupnya aktivitas di Pasar Badung Kota Denpasar beberapa waktu yang lalu di media sosial yang cukup meresahkan masyarakat ditanggapi oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Direktur Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar AAN Yuliartha membantah dengan tegas isu yang mengatakan Pasar Badung akan ditutup.

“Hoaks itu, tidak benar Pasar Badung akan ditutup. Pasar Badung tetap buka seperti biasa. Nanti saat Hari Nyepi baru Pasar di tutup sehari,” kata Yuliartha dihubungi, Sabtu (21/3) di Denpasar.

“Isu penutupan Pasar Badung yang terkait virus COVID-19 yang beredar di media sosial beberapa waktu yang lalu tidak benar adanya alias Hoax. Kami memastikan semua pasar rakyat dan pasar tradisional dibawah naungan Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar tetap beroperasi seperti biasa dan baru akan ditutup pada saat Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1942 mendatang.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan resah mengenai ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Pihaknya jamin masih aman dan pendistribusian barang kebutuhan pokok tersebut di seluruh pasar rakyat dan pasar tradisional dibawah naungan Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar tetap lancar dengan harga yang masih stabil meski ada beberapa komoditi barang yang mengalami kenaikan seperti jahe, jahe merah, kunir dan temulawak.

Terkait berita penutupan Pasar Badung yang beredar diedia sosial sekitar tanggal 12 Maret tersebut juga sudah diklarifikasi langsung ke pedagang dan juga masyarakat  baik melalui pengeras suara, menjawab di media sosial dan tatap muka langsung dengan pedagang dan masyarakat” ujar AA. Ngurah Yuliartha.

Sementara pasca merebak nya kasus virus COVID 19 di Indonesia, dituturkan oleh AA. Ngurah Yuliartha telah direspon oleh Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar dengan melaksanakan sejumlah aksi pencegahan seperti membentuk tim penanggulangan pencegahan melalui Surat Keputusan Direksi Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, melakukan spraying disinfektan mulai tanggal 8 maret 2020, pemasangan spanduk, banner tentang Germas (gerakan masyarakat hidup sehat), Pengumuman terus menerus melalui pengeras suara di pasar tentang cara menanggulangi penularan COVID19.

“Kami juga menyiapkan hand sanityzer di pasar-pasar, membuat dan memperbanyak tempat cuci tangan di tempat yg strategis dan mudah di jangkau di pasar-pasar dan juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan suhu tubuh bagi pedagang, pegawai dan pelanggan pasar dengan alat thermo scan.

Jadi melalui upaya-upaya tersebut diharapkan menjadi tindakan pencegahan virus COVID19 yang tepat sehingga masyarakat tidak perlu lagi resah untuk berbelanja memenuhi kebutuhan di pasar tradisional. Jadi masyarakat tidak perlu memborong sembako, karena pasar tetap buka dan stok sembako masih aman,” ungkap AA. Ngurah Yuliartha.(esa/BPN/tim)

Facebook Comments