Ogoh ogoh batal diarak setelah munculnya wabah virus corona
Ogoh ogoh batal diarak setelah munculnya wabah virus corona

BANGLI, balipuspanews.com – Warga Kelurahan Kubu, Bangli dipastikan tidak akan melakukan pengarakan ogoh – ogoh saat pangrupukan Nyepi Selasa (24/3/2020) besok. Hal ini untuk menghormati edaran gubernur Bali nomor 267/01-B/HK/2020 tentang himbauan menghindari keramaian untuk mencegah meluasnya virus corona.

Lurah Kubu I Nengah Arya Wibowo, S.sos, M.A mengatakan, pihaknya menghormati Surat Keputusan Gubernur Bali yang salah satunya berisi larangan pengarakan ogoh -ogoh dilingkungan masyarakat guna mencegah penyebaran virus corona/covid-19 ini.

“ Dengan situasi seperti ini, menurut saya lebih baik kita jaga kesehatan bersama daripada melakukan pengarakan ogoh- ogoh. Takutnya nanti ada yang menyebarkan virus dikerumunan orang banyak,” ujar Arya Wibowo.

Menurutnya, keputusan ini juga sudah melalui hasil rapat di desa adat dan juga melibatkan semua anggota pemuda yang mempunyai ogoh-ogoh, dan mereka pun siap untuk mengikuti instruksi yang telah ditetapkan oleh Desa Adat Kubu. Bahwa saat pangrupukan tidak ada pengarakan ogoh – ogoh dilingkungan kelurahan Kubu.

“Selain itu, dalam melaksanakan kegiatan adat saat pangrupukan, juga dibatasi orang yang hadir dalam ritual tersebut. Diwajibkan hanya melibatkan para petugas utama saja seperti pemangku, sarati, dan pembawa sarana utama dalam jumlah yang terbatas, paling banyak 25 orang,” tegas Arya Wibowo.

Sementara itu beberapa tempat di Kubu telah membuat ogoh – ogoh yang dikerjakan secara gotong royong dengan biaya patungan. Pembuatan ogoh – ogoh tersebut dilakukan sebelum keluarnya edaran gubernur.( riz/bas)